Jumat, 15 Mei 2026

Pefindo Proyeksikan Obligasi 2025 Cerah

Penulis : M. Ghafur Fadillah
11 Feb 2025 | 22:25 WIB
BAGIKAN
Karyawan memantau pergerakan pasar uang dan obligasi di Global Market PermataBank, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Karyawan memantau pergerakan pasar uang dan obligasi di Global Market PermataBank, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

JAKARTA, investor.id – Aksi perbankan nasional yang mulai mengakses penerbitan obligasi berjumlah besar sebagai strategi pendanaan alternatif sehubungan dengan meredanya suku bunga acuan, menandai prospek cerah obligasi tahun ini.

Selain dipicu kondisi likuiditas yang ketat di sepanjang 2024, strategi bank nasional mengakses obligasi bernilai jumbo juga didorong oleh kebutuhan bank yang ingin menyeimbangkan struktur pendanaan (funding needs), terutama setelah rasio loan to deposit ratio (LDR) sejumlah bank besar meningkat signifikan akibat ekspansi kredit yang agresif.

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Adrian Noer menyebut, likuiditas perbankan tahun lalu mengalami sedikit pengetatan, terlihat dari kenaikan rasio LDR.

ADVERTISEMENT

"Sebagai contoh, LDR PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) meningkat hingga 98% dari sebelumnya di bawah 95%. Hal ini terjadi akibat tingginya pertumbuhan kredit, terutama didorong permintaan dari BUMN serta insentif sektor hilirisasi mineral dan pertambangan," jelas Adrian dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/2/2025).

Namun, memasuki 2025, tekanan likuiditas mulai mereda seiring dengan penurunan suku bunga acuan yang sudah dimulai sejak Januari. "Dengan turunnya suku bunga, biaya dana (cost of fund) perbankan diproyeksikan mengalami koreksi, sehingga tekanan terhadap likuiditas pun berkurang," ujar Adrian.

Di tengah kondisi pasar saham yang masih lesu, obligasi menjadi opsi yang lebih menarik bagi korporasi dalam mencari pendanaan. Menurut Adrian, prospek pelonggaran moneter yang berlanjut akan semakin mendorong minat penerbitan obligasi.

"Dengan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu, kupon obligasi juga akan lebih rendah. Ini menjadi kesempatan bagi korporasi untuk melakukan refinancing atas obligasi yang sebelumnya diterbitkan dengan kupon lebih tinggi," kata dia.

Adrian menambahkan, pada 2024 banyak emiten menerbitkan obligasi dengan tenor pendek, sekitar satu tahun, sebagai strategi menghadapi suku bunga tinggi. Dengan kondisi suku bunga yang lebih bersahabat pada 2025, mereka dapat menggantinya dengan obligasi baru yang memiliki biaya lebih rendah.

Dari sisi investor, obligasi korporasi tetap menjadi instrumen yang lebih menarik dibandingkan saham, terutama bagi investor institusi yang mengutamakan aset dengan risiko lebih rendah. “Di tengah volatilitas ekonomi global, investasi pada obligasi korporasi masih cukup diminati, berbeda dengan saham yang cenderung fluktuatif,” imbuh dia.

Surat Utang Korporasi Rp 139 T

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia