Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Meredup setelah Sentuh Rekor Tertinggi, Mengapa?

Penulis : Indah Handayani
12 Feb 2025 | 04:45 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi harga emas (Foto: AP/Mike Groll, File)
Ilustrasi harga emas (Foto: AP/Mike Groll, File)

Jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa The Fed diperkirakan akan menunda pemangkasan suku bunga hingga kuartal berikutnya. Kebijakan tarif yang diterapkan bisa meningkatkan inflasi AS dan menunda rencana pemangkasan suku bunga lebih lanjut.

Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan, bahwa bank sentral tidak terburu-buru memangkas suku bunga, mengingat kondisi ekonomi AS yang masih kuat dan inflasi yang berada di atas target 2%. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato pembukaannya di hadapan Senat Komite Perbankan.

"Jika angka inflasi lebih tinggi dari yang diharapkan, The Fed kemungkinan akan memperpanjang jeda dalam pemangkasan suku bunga. Hal ini dapat menghambat kinerja emas dalam jangka pendek," kata Manajer Portofolio Senior di Sprott Asset Management Ryan McIntyre.

ADVERTISEMENT

Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil ini.

Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun 0,4% menjadi US$ 31,92 per ons, platinum melemah 0,8% ke US$ 986,03 per ons, dan paladium terkoreksi 0,3% ke US$ 980,25 per ons.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia