Jumat, 15 Mei 2026

Harga Bitcoin Jatuh Setelah Pernyataan Powell

Penulis : Indah Handayani
12 Feb 2025 | 06:42 WIB
BAGIKAN
Bitcoin juga berada di bawah tekanan jual dari pemerintah Jerman serta runtuhnya bursa bitcoin Mt.Gox. (Foto: Cfoto/ Future Publishing/ Getty Images)
Bitcoin juga berada di bawah tekanan jual dari pemerintah Jerman serta runtuhnya bursa bitcoin Mt.Gox. (Foto: Cfoto/ Future Publishing/ Getty Images)

Powell menyatakan dukungannya terhadap upaya regulasi baru untuk stablecoin, aset digital yang nilainya dipatok terhadap aset tertentu seperti dolar AS.

"Stablecoin mungkin memiliki masa depan yang besar bagi konsumen dan bisnis," ujar Powell. "Namun, agar perkembangannya berlangsung dengan aman dan melindungi konsumen serta penabung, diperlukan kerangka regulasi yang jelas."

Terkait CBDC, Powell dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk meluncurkan mata uang digital bank sentral di AS. Ketika ditanya apakah ia akan setuju untuk tidak pernah mengeluarkan CBDC, Powell hanya menjawab, "ya."

ADVERTISEMENT

Perdebatan tentang CBDC di AS semakin meredup setelah kemenangan Trump dalam pemilu dan dominasi kongres yang menentang ide tersebut. Berbeda dengan eksperimen yang dilakukan oleh Tiongkok dan Uni Eropa, AS belum memiliki proposal konkret mengenai CBDC.

Powell dijadwalkan untuk kembali berbicara dalam sidang di DPR AS pada Rabu (12/2). Sementara itu, pada Selasa sore, Komite Jasa Keuangan DPR juga menggelar sidang yang secara khusus membahas industri kripto.

Dalam komentarnya mengenai ekonomi dan suku bunga, Powell tidak memberikan kejutan besar. Ia menyatakan bahwa perekonomian AS berada dalam kondisi yang cukup baik dan The Fed tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga lebih lanjut.

"Kami berada dalam posisi yang cukup baik dengan perekonomian ini," kata Powell dalam pernyataan yang telah disiapkan. "Kami ingin melihat kemajuan lebih lanjut dalam menekan inflasi. Kami merasa tingkat suku bunga saat ini sudah tepat, dan tidak ada alasan untuk terburu-buru menurunkannya lebih lanjut."

The Fed sebelumnya telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali dengan total penurunan 100 basis poin dalam empat bulan terakhir tahun 2024. Namun, serangkaian laporan ekonomi dan inflasi yang lebih kuat dari perkiraan membuat bank sentral pada pertengahan Desember memutuskan untuk menghentikan rencana pelonggaran kebijakan moneter hingga ada tanda-tanda pelemahan ekonomi atau inflasi yang lebih besar.

Kebijakan moneter ini menjadi salah satu faktor yang menekan harga kripto dalam beberapa pekan terakhir.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia