Reli Rekor Harga Emas Terhenti, Investor Nantikan Data Inflasi AS
NEW YORK, investor.id - Harga emas melemah pada Rabu (12/2), membuat reli rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) terhenti.
Dikutip dari Reuters, penurunan ini terjadi seiring dengan pernyataan hawkish Ketua The Fed Jerome Powell yang menguatkan pandangan bahwa pemangkasan suku bunga akan berlangsung lebih lambat tahun ini. Kini, investor menanti laporan inflasi utama dari Amerika Serikat (AS).
Harga emas hari ini di pasar spot terlihat turun 0,35% ke level US$ 2.887,4 per ons pada saat berita ini ditulis. Setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi US$ 2.942,70 pada Selasa (11/2/2025). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS melemah 0,4% ke US$ 2.922,4.
Powell dalam pernyataannya pada Selasa mengatakan bahwa ekonomi AS berada dalam kondisi baik dan The Fed tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga. Namun, jika inflasi turun atau pasar tenaga kerja melemah, pemangkasan suku bunga tetap menjadi opsi.
Emas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.
"Ada unsur aksi ambil untung setelah emas mencapai rekor tertinggi, ditambah dengan antisipasi data inflasi AS yang berpotensi menjadi faktor risiko bagi logam mulia jika angka Indeks Harga Konsumen (CPI) inti lebih tinggi dari perkiraan," ujar Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade.
Inflasi AS
Laporan CPI AS dijadwalkan rilis pada pukul 13.30 GMT hari ini, sementara data Indeks Harga Produsen (PPI) akan diumumkan pada Kamis (13/2/2025). Selain itu, Powell juga dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan Kongres AS pada hari yang sama.
Di sisi lain, ketegangan perdagangan global kembali meningkat setelah Meksiko, Kanada, dan Uni Eropa mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif pada semua impor baja dan aluminium mulai bulan depan. Keputusan ini memicu kekhawatiran akan perang dagang besar yang dapat mengguncang pasar global.
"Tren bullish emas tetap kuat mengingat ketidakpastian terkait kebijakan tarif dan meningkatnya permintaan aset safe haven, yang dapat terus menopang harga logam mulia," tambah Waterer.
Selain emas, harga perak di pasar spot tercatat stabil di US$ 31,83 per ons, platinum tidak berubah di US$ 983,15 per ons, dan palladium menguat 0,3% ke US$ 978,75 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






