Kamis, 14 Mei 2026

Soal Warren Buffett, Saham, hingga Emas

Penulis : Rama Sukarta
14 Feb 2025 | 08:03 WIB
BAGIKAN
Ully Safitri. (B-Universe/Rama Sukarta)
Ully Safitri. (B-Universe/Rama Sukarta)

JAKARTA, investor.id - Dunia investasi tengah dilanda ketidakpastian usai pemilihan pemimpin-pemimpin baru di banyak negara.

Faktanya, lebih dari 20 negara di dunia melaksanakan pemilihan umum pada tahun 2024 lalu dan pemimpin-pemimpin tersebut dilantik pada tahun ini.

Pemimpin baru membawa kebijakan-kebijakan baru. Ketidakpastian kebijakan ini membuat investor cenderung berpikir ulang sebelum berinvestasi di instrumen high risk seperti saham.

Certified Financial Planner CHRP & Konsultan OneShildt Ully Safitri membagikan tipsnya bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di tengah situasi perekonomian global saat ini.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, ada beberapa pilihan instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan investor. Beberapa di antaranya memiliki risiko yang lebih besar, namun investor bisa mencari celahnya untuk mendulang keuntungan maksimal.

"Prinsip saya, dengarkan apa kata opa Warren Buffett, cash is the king. Makanya penting buat kita selalu punya tabungan,” paparnya.

“Kalau misalnya kita bicara saham, saya akan melakukan riset terhadap perusahaan yang akan saya investasikan. Jadi perusahaannya memang valid, memang selalu untung. Tapi harganya ikut turun. Kenapa? Misalnya karena dana investor asing keluar semua, sehingga harga sahamnya turun.  Tetapi kalau kita lihat perusahaannya, sebetulnya keuntungannya naik dari tahun ke tahun. Jadi pada saat mau berinvestasi, selalu kita cari tahu dulu," ucap Ully pada Kelas Finansial Jenius di Jakarta, Kamis (13/12/2025).

Emas

Selain saham, Ully juga melihat ada peluang pada instrumen investasi lain, yaitu emas batangan. Sebagai instrumen investasi yang disebut sebagai safe haven, emas menawarkan investasi dengan resiko yang cenderung lebih rendah.

"Selain saham, ada instrumen lain yang bisa menjadi pilihan. Misalnya emas. Emas terbukti dari sejak Covid itu harganya justru naik terus. Dan by logic, emas itu kan sumber daya alam. Jumlahnya segitu-segitu saja sementara demand-nya akan selalu naik. Itu yang menyebabkan emas itu akan selalu naik. Tapi again, emasnya adalah emas batangan 24 karat jangan perhiasan," tutup Ully.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 55 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia