Wall Street Ngebut Lagi, S&P 500 Reli Rekor Tertinggi
NEW YORK, Investor.id – Indeks-indeks Wall Street ngebut lagi pada Rabu (19/2/2025). Bahkan, S&P 500 kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Dikutip dari CNBC internasional, itu menunjukkan ketahanan pasar saham meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif tambahan dan The Fed tetap berhati-hati dalam kebijakan moneternya.
Indeks S&P 500 naik 0,24% dan ditutup di level 6.144,15, mencetak rekor penutupan tertinggi untuk hari kedua berturut-turut. Sepanjang sesi, indeks ini juga mencapai rekor tertinggi intraday sepanjang masa.
Sedangkan Nasdaq Composite naik tipis 0,07% menjadi 20.056,25. Sementara Dow Jones Industrial Average menguat 71,25 poin atau 0,16% ke level 44.627,59.
Saham Microsoft melonjak 1,3% dan memimpin sektor teknologi setelah perusahaan meluncurkan chip komputasi kuantum pertamanya. Tesla naik hampir 2%, sementara Analog Devices melesat hampir 10% setelah melaporkan kinerja keuangan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan.
Trump pada Selasa (18/2/2025) mengungkapkan rencana penerapan tarif 25% untuk mobil, semikonduktor, dan farmasi impor. Meski belum menjelaskan apakah kebijakan ini akan bersifat menyeluruh atau tertarget, Trump menyebut tarif bisa mulai diberlakukan pada 2 April 2025.
Sentimen Pasar
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






