Suara Emiten soal Danantara
Andri Herawan Sasoko selalu VP CORCOMM Telkom (TLKM) juga menyampaikan bahwa Telkom berkomitmen untuk senantiasa mendukung langkah strategis pemerintah dalam upaya menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
“Kami akan terus mengikuti perkembangan kebijakan ini dan memberikan dukungan sesuai dengan arahan pemerintah. TelkomGroup berkomitmen untuk tetap menjalankan peran strategisnya dalam mendukung transformasi digital Indonesia yang berkelanjutan,” ujar Andri saat dihubungi, Kamis (20/2/2025).
Karena itu, TelkomGroup, demikian disampaikan Andri, memastikan seluruh layanan serta komitmen kepada pelanggan dan pemangku kepentingan tetap menjadi prioritas utama.
Tak jauh berbeda, Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Mitratel Hendra Purnama juga mendukung kehadiran Danantara. Sebab, dirinya berkeyakinan siapapun pemegang saham MTEL pasti akan mendukung, mengingat bisnis perseroan cukup menjanjikan, bersifat jangka panjang, dan infrastruktur yang dikerjakan merupakan infrastruktur telekomunikasi yang diperlukan.
“Jadi, perpindahan di level pemegang saham ini, mungkin juga tidak akan secara langsung memberikan impact kepada kami,” ucap Hendra kepada Investor Daily baru-baru ini.
Mitratel berpotensi masuk dalam kelolaan Danantara di samping karena dikendalikan oleh Telkom dengan kepemilikan mayoritas sebesar 71,83%, saham MTEL juga dipegang Indonesia Investment Authority (INA) sebesar 5,97% melalui bendera PT Maleo Investasi Indonesia. Berdasarkan data yang dipublikasi Danantara, Telkom dan INA merupakan dua di antara beberapa entitas yang akan masuk portofolio Danantara.
Rinciannya, tujuh emiten BUMN yang masuk Danantara adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan emiten-emiten anggota BUMN Holding Industri Pertambangan alias MIND ID yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Timah Tbk (TINS) serta PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Di luar emiten saham, Danantara juga akan membawahi PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) dan INA. Dengan membawahi sejumlah perusahaan BUMN sekaligus INA, Danantara akan mengelola total nilai aset mencapai US$ 982 miliar atau ekuivalen Rp 15 ribu triliun, melampaui nilai aset Temasek Holdings sebesar US$ 280 miliar dan Khazanah Nasional Berhad sebesar US$ 24 miliar pada 2023.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






