Jumat, 15 Mei 2026

Harga Batu Bara Meredup Gegara Stok India Melonjak

Penulis : Indah Handayani
21 Feb 2025 | 06:57 WIB
BAGIKAN
Ilustrai harga batu bara.. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom)
Ilustrai harga batu bara.. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom)

JAKARTA, investor.id – Harga batu bara meredup pada Kamis (20/2/2025). Hal itu karena stok batu bara India melonjak.

Harga batu bara Newcastle untuk Februari 2025 stagnan di US$ 103,5 per ton. Sedangkan Maret 2025 anjlok US$ 1,2 menjadi US$ 106,2 per ton. Sementara itu, April 2025 terpangkas US$ 1,05 menjadi US$ 109,25 per ton.

Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk Februari 2025 turun US$ 0,35 menjadi US$ 100,4. Sedangkan, Maret 2025 anjlok US$ 1,3 menjadi US$ 98,05. Sedangkan pada April 2025 terkoreksi US$ 1,15 menjadi US$ 97,85.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari media di India, stok batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) nasional di India meningkat menjadi 74% dari level normal pada 19 Februari, naik dari 62% pada periode yang sama tahun lalu. Data dari Central Electricity Authority (CEA) menunjukkan stok batu bara di PLTU mencapai 53,09 juta ton, dibandingkan dengan kebutuhan normatif sebesar 71,26 juta ton.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat produksi batu bara nasional selama April 2024 hingga Januari 2025 mencapai 830,66 juta ton, meningkat 5,9% dari 784,51 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari total 188 PLTU dengan kapasitas pembangkitan 213 gigawatt (GW), sebanyak 30 pembangkit dilaporkan memiliki stok kritis, di mana 17 diantaranya merupakan pembangkit berbasis batu bara domestik. Kondisi stok kritis terjadi ketika ketersediaan bahan bakar berada di bawah 25% dari level normatif. Tahun lalu, terdapat 28 pembangkit dalam kondisi serupa.

Peningkatan stok batu bara di PLTU tahun ini didorong oleh berbagai langkah pemerintah, termasuk optimalisasi logistik guna memastikan ketersediaan pasokan di tengah lonjakan permintaan listrik.

PLTU Batu Bara

PLTU berbasis batu bara India dengan kapasitas total 195 GW memiliki stok 76% dari level normatif, yaitu sebesar 50,9 juta ton, sedangkan kebutuhan normatifnya mencapai 66,5 juta ton. Sementara itu, 17 PLTU berbasis batu bara impor dengan kapasitas total 17,96 GW hanya memiliki stok sebesar 45% dari level yang dibutuhkan, atau sekitar 2,2 juta ton dari kebutuhan normatif 4,8 juta ton.

Pada 2024, permintaan listrik puncak mencapai 250 GW pada Mei, lebih rendah dari proyeksi pemerintah sebesar 260 GW. CEA kini memperkirakan permintaan puncak akan mencapai 270 GW pada tahun fiskal 2026 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 7% dalam lima tahun ke depan, naik dari 6% saat ini.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, perusahaan tambang batu bara milik negara, Coal India, menargetkan produksi sebesar 915 juta ton pada tahun fiskal 2026.

Berdasarkan estimasi Crisil, permintaan listrik nasional meningkat sekitar 4,2% secara tahunan sepanjang April 2024 hingga Januari 2025. Pada Januari, permintaan puncak listrik diperkirakan naik 14 GW menjadi 237 GW. “Secara keseluruhan, suhu di berbagai wilayah cenderung lebih hangat, namun pertumbuhan permintaan listrik tidak merata,” kata Crisil dalam laporannya.


 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia