Jumat, 15 Mei 2026

Astra (ASII) Tangguh Hadapi BYD & Chery Cs, Sahamnya Ditarget Segini

Penulis : Jauhari Mahardhika
24 Feb 2025 | 14:09 WIB
BAGIKAN
PT Astra International Tbk (ASII). (Foto: Astra)
PT Astra International Tbk (ASII). (Foto: Astra)

JAKARTA, investor.id – Pasar tampaknya belum mengapresiasi stabilitas pangsa pasar PT Astra International Tbk (ASII) dalam penjualan mobil di Tanah Air. Astra berhasil mempertahankan pangsa pasar sekitar 56% selama dua tahun terakhir, meski digempur produsen mobil asal China, seperti BYD, Chery, Wuling, dan lain-lain.

“BYD dan Chery meraih pangsa pasar dengan mengorbankan Hyundai, Suzuki, dan Honda,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Richard Jerry dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan BRI Danareksa Sekuritas di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025, trafik pengunjung di booth Toyota dan Honda cukup ramai. Toyota meluncurkan New Corolla Cross Hybrid, Camry Hybrid, dan Agya Stylix GR.

ADVERTISEMENT

Sedangkan Honda memperkenalkan e:N1 yang merupakan model serupa dengan HRV, tetapi menggunakan teknologi EV. “Belum ada tanggal rilis resmi, namun kami mendengar bahwa unit-unit tersebut akan terbatas jumlahnya,” sebut Richard.

Di lain pihak, mobil non-Jepang masih mencuri perhatian. Animo masyarakat mengunjungi booth Wuling, Hyundai, dan BYD di IIMS 2025 tampak besar. Wuling memperkenalkan Air EV terbaru dan seri Cloud baru. BYD memamerkan Sealion.

Sebagian besar produsen mobil juga gencar menawarkan diskon, karena masih menjual stok 2024. Namun, untuk nomor identifikasi kendaraan (NIK) 2025, ada sedikit kenaikan harga.

Honda, Hyundai, Wuling, dan Chery menawarkan diskon Rp 30-60 juta. Hyundai dan Toyota juga memberikan diskon Rp 10-20 juta untuk mobil dengan NIK 2025.

Namun, mereka juga menaikkan harga mobil 2025 sebesar 2%, sementara Honda berencana untuk menaikkan harganya sebesar 3%, lebih tinggi dari rencana Wuling yang sebesar 1%.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Dengan berbagai faktor yang ada, BRI Danareksa Sekuritas kembali menegaskan peringkat beli untuk saham Astra (ASII). Target harga saham ASII dipatok sebesar Rp 5.900.

Saat ini, saham ASII diperdagangkan pada PER sebesar 5,6 kali atau standar deviasi (SD) -1,5 dari rata-rata 5 tahun. Risiko utamanya jika terjadi penurunan margin bisnis otomotif akibat penumpukan stok di ritel dan penjualan mobil lebih rendah karena dampak PPN dan opsen.

Sebelumnya, NH Korindo Sekuritas menaikkan rekomendasi saham ASII menjadi buy, mengingat performa perseroan dan pulihnya penjualan mobil. Target harga saham ASII sebesar Rp 5.900.

Target harga tersebut setara rasio PE sebesar 7,01 kali atau sedikit lebih tinggi dari PE standar deviasi (SD) -1 dalam 3 tahun.

Sedangkan Mirae Asset Sekuritas Indonesia mempertahankan peringkat overweight untuk sektor otomotif. Mirae merekomendasikan buy saham Astra (ASII). Target harga saham ASII mencapai Rp 6.200.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia