Jumat, 15 Mei 2026

Pertahanan Terbaik bagi Telkom (TLKM) adalah Menyerang, Target Harga Baru

Penulis : Jauhari Mahardhika
24 Feb 2025 | 19:23 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). (Foto ilustrasi: Telkom)
Kegiatan usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). (Foto ilustrasi: Telkom)

JAKARTA, investor.id – Pertahanan terbaik adalah menyerang, jika PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ingin mempertahankan basis pelanggan seluler. Sementara itu, Telkom bersiap meraih momentum pertumbuhan bisnis fixed broadband – layanan internet kabel atau fiber optik – pada kuartal mendatang.

Telkom melalui anak usahanya, Telkomsel, akan terus menarik minat mass market dengan produk by.U dan berpotensi menggunakan strategi taktis secara bergantian dengan merek-merek lainnya.

Strategi itu membuka peluang bagi Telkomsel untuk mempertahankan basis pelanggan melalui pengembangan merek-merek tier 2. Ini dapat memperkecil kesenjangan imbal hasil (yield) data dengan pesaing, serta menyesuaikan penawaran agar dapat mempertahankan pelanggan yang sensitif terhadap harga.

ADVERTISEMENT

“Pendekatan multimerek ini sekaligus menyiapkan panggung untuk ekspansi fixed mobile convergence (FMC), yang dapat membuka potensi keuntungan lebih lanjut melalui penjualan silang (cross selling),” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis dan Kafi Ananta dalam risetnya.

Telkom via Telkomsel bersiap untuk momentum percepatan ekspansi FMC dengan memperkaya fitur penagihan tunggal (single billing), yang mencakup penggunaan data keluarga dan modul rencana pengeluaran, serta memperkenalkan lebih banyak variasi bundling selama kuartal I-II tahun ini.

Langkah emiten berkode saham TLKM tersebut bertujuan untuk semakin mengikat basis pelanggan dan trafik data dalam jaringannya. “Beberapa produk baru akan diluncurkan pada kuartal I-2025, yang akan membutuhkan biaya pemasaran di awal dan telah kami perhitungkan,” ungkap Niko.

BRI Danareksa Sekuritas juga melihat peluang besar bagi operator seluler dalam bisnis fixed broadband, dengan estimasi sekitar 50 juta rumah tangga di Indonesia yang menjadi target pasar potensial.

Seiring dengan pergeseran Indonesia menuju pasar yang lebih berbasis fixed broadband, TLKM secara grup memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaingnya, yang memungkinkan margin dan arus kas yang lebih besar.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Namun, BRI Danareksa Sekuritas menyesuaikan perkiraan pertumbuhan pendapatan TLKM pada kuartal IV-2024 menjadi kurang dari 2,5% qoq, kemudian memangkas proyeksi laba TLKM periode 2024, 2025, dan 2026 sebesar 5,9%, 4%, dan 3,8%.

“Kami merevisi proyeksi pertumbuhan pendapatan TLKM pada 2025 dari 4,6% menjadi 3,5%. Harapannya ini akan menjadi tahun transisi bagi FMC TLKM dengan kenaikan rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU) yang stabil pada tingkat inflasi,” jelas Niko.

Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat beli untuk saham Telkom (TLKM), karena Telkomsel mempertahankan basisnya dengan ARPU yang stabil dan jalur menuju FMC.

Target harga baru saham TLKM sebesar Rp 3.680 dari sebelumnya Rp 4.250. Target harga tersebut diperoleh setelah mengintegrasikan komponen EV/EBITDA dalam valuasi TLKM.

Risiko utamanya jika terjadi kanibalisasi pelanggan seluler dan persaingan di segmen fixed broadband.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 49 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 59 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia