Wall Street Berjatuhan, Dow Jones Justru Naik Tipis
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street mayoritas berjatuhan pada Senin (24/2/2025). Setelah gagal bangkit dari aksi jual tajam yang terjadi pada Jumat pekan lalu. Namun, Dow Jones Industrial Average justru naik tipis.
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 turun 0,5% dan ditutup di level 5.983,25. Nasdaq Composite anjlok 1,21% menjadi 19.286,92. Sementara Dow Jones justru mencatat kenaikan tipis sebesar 33,19 poin (0,08%) ke level 43.461,21.
Saham-saham teknologi utama mengalami tekanan, menyeret Nasdaq ke zona merah untuk tahun 2025. Palantir merosot 10,5%, sementara Microsoft turun sekitar 1% setelah laporan analis TD Cowen mengungkapkan bahwa perusahaan mengurangi belanja untuk pusat data, memicu kekhawatiran akan pelemahan dalam sektor kecerdasan buatan. Saham Nvidia juga turun 3%.
Sentimen pasar turut tertekan oleh kekhawatiran terkait kebijakan tarif perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap mitra dagang utama. Trump menegaskan bahwa tarif impor terhadap Kanada dan Meksiko akan tetap diberlakukan setelah tenggat waktu penundaan selama satu bulan berakhir pekan depan.
"Investor sempat mendukung kebijakan Gedung Putih dalam empat pekan pertama masa jabatan ini, tetapi masa bulan madu tampaknya mulai berakhir," ujar kepala strategi investasi di Global X Scott Helfstein.
Pelemahan pada awal pekan ini mengikuti tren negatif pasar saham pekan lalu. Dow Jones dan Nasdaq mencatat penurunan lebih dari 2%, sedangkan S&P 500 melemah lebih dari 1%. Pada perdagangan Jumat lalu, Dow Jones anjlok lebih dari 700 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 1,7% dan 2,2%.
Ekonomi AS
Penurunan tersebut dipicu oleh data ekonomi Februari yang memicu kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi AS. Indeks manajer pembelian (PMI) menunjukkan sektor jasa AS mengalami kontraksi, sementara indeks sentimen konsumen dari Universitas Michigan lebih lemah dari perkiraan.
Kini, pasar menantikan laporan keuangan dan data ekonomi utama pekan ini. Home Depot dan Lowe’s dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka pada Selasa (25/2/2025) dan Rabu (26/2/2025), yang akan memberikan gambaran mengenai daya beli konsumen AS.
Laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis Rabu malam juga menjadi perhatian utama, mengingat perusahaan chip berbasis kecerdasan buatan tersebut masih menjadi salah satu saham dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Selain itu, data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk Januari akan dirilis pada Jumat (28/2/2025). Data ini merupakan indikator inflasi pilihan utama The Fed.
“Data PCE Januari akan menjadi sangat penting bagi pasar karena dapat mengonfirmasi apakah inflasi benar-benar melonjak di awal 2025, mengingat angka inflasi lainnya seperti CPI dan PPI juga mencatat kenaikan signifikan,” ujar Presiden dan CIO Bellwether Wealth Clark Bellin.
Namun, Bellin menambahkan, terlepas dari hasil PCE pada Jumat nanti, kemungkinan besar The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga untuk setidaknya enam bulan ke depan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






