Harga Emas Anjlok ke Level Terendah, Investor Kompak Realisasi Cuan
NEW YORK, investor.id - Harga emas anjlok pada Selasa (25/2/2025), menyentuh level terendah dalam lebih dari seminggu. Penurunan ini terjadi akibat aksi profit taking investor setelah rekor tertinggi pada sesi sebelumnya.
Dikutip dari Reuters, hal itu terjadi di tengah kekhawatiran berkelanjutan terkait kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Harga emas spot ambles 1,4% menjadi US$ 2.909,59 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 17 Februari. Pada perdagangan Senin (24/2/2025), harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 2.956,15 per ons.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup jatuh 1,5% ke US$ 2.918,80 per ons.
Senior Market Strategist di RJO Futures Bob Haberkorn menyebut, penurunan ini dipicu oleh aksi ambil untung dan investor yang memilih keluar sementara dari pasar untuk kembali masuk di harga lebih rendah.
Meski turun, emas tetap mencatat rekor tertinggi sepanjang kesebelas kalinya pada tahun ini, bahkan telah melampaui ambang psikologis US$ 2.950 per ons.
Penegasan Tarif Trump
Pada Senin, Trump menegaskan, tarif impor terhadap Kanada dan Meksiko tetap sesuai jadwal, meskipun kedua negara telah meningkatkan keamanan perbatasan dan berupaya menghentikan aliran fentanyl ke AS. Tenggat waktu penerapan tarif tersebut jatuh pada 4 Maret mendatang.
Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals Peter Grant mengatakan, ketidakpastian terkait tarif dan perdagangan global masih tinggi. "Penurunan harga emas kemungkinan akan terus dianggap sebagai peluang beli oleh investor," ujarnya.
Sementara itu, investor menantikan laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis pada Jumat mendatang. Data ini merupakan indikator inflasi yang digunakan The Fed dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Penelitian yang diterbitkan oleh The Fed San Francisco pada Senin menyebutkan, bank sentral AS diharapkan merespons inflasi dan pasar tenaga kerja secara kuat dan sistematis’. Jika inflasi tetap tinggi, The Fed mungkin menahan suku bunga lebih lama, yang dapat mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami penurunan, yaitu perak anjlok 2,3% menjadi US$ 31,61 per ons, platinum turun 0,5% ke US$ 962,15 per ons, dan palladium merosot 1,9% menjadi US$ 922,39 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






