Wall Street Babak Belur Lagi, tapi Dow Jones Tahan Banting
NEW YORK, investor.id – Indeks-indeks Wall Street mayoritas babak belur lagi pada Selasa (25/2/2025). Kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global menjadi faktor utama tekanan pasar. Meski demikian, Dow Jones Industrial Average malah tahan banting.
Dikutip dari CNBC internasional, S&P 500 turun 0,47% dan ditutup pada level 5.955,25, membuat indeks ini mencatat penurunan untuk hari keempat berturut-turut. Sementara Nasdaq Composite anjlok 1,35% ke posisi 19.026,39, dipimpin oleh penurunan saham Nvidia sebesar 2,8%. Dengan pelemahan ini, Nasdaq kini mencatat kinerja negatif sepanjang 2025.
Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average justru naik 159,95 poin (0,37%) ke 43.621,16.
Pasar semakin tertekan setelah survei kepercayaan konsumen dari Conference Board menunjukkan hasil yang jauh di bawah ekspektasi ekonom. Data ini melengkapi rangkaian laporan ekonomi yang mengecewakan pekan lalu, termasuk lemahnya angka manufaktur dan penjualan ritel.
Panduan keuangan dari Walmart yang lebih berhati-hati juga menambah kekhawatiran terhadap daya beli konsumen dan kondisi ekonomi secara keseluruhan.
“Kombinasi data ekonomi yang lemah menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan fundamental ekonomi AS, terutama dari sisi konsumsi dan pasar tenaga kerja yang selama ini menjadi penopang utama,” ujar analis strategi investasi di Baird Private Wealth Management Ross Mayfield.
Investor beralih ke pasar obligasi AS sebagai aset aman, menyebabkan imbal hasil obligasi 10 tahun turun di bawah 4,3%, menyentuh level terendah sejak Desember.
Bitcoin Ikut Terseret
Di pasar kripto, Bitcoin ikut terseret ke bawah, turun di bawah level US$ 90 ribu dan mencatat titik terendah dalam tiga bulan. Kini, mata uang digital tersebut diperdagangkan hampir 20% di bawah rekor tertingginya yang dicapai pada hari pelantikan Presiden Donald Trump.
Saham perbankan utama juga mengalami tekanan akibat meningkatnya kekhawatiran resesi. Goldman Sachs, Wells Fargo, dan JPMorgan Chase masing-masing turun lebih dari 1%.
Saham-saham teknologi yang sebelumnya mendorong reli pasar turut melemah. Selain Nvidia, Palantir anjlok 4%, mencatat penurunan 14% sepanjang pekan ini. Saham Meta Platforms juga turun 1,4%.
Sementara Tesla merosot lebih dari 9%, menyebabkan kapitalisasi pasarnya kembali di bawah ambang US$ 1 triliun.
Kekhawatiran perdagangan turut memperburuk sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump menegaskan, tarif impor dari Kanada dan Meksiko akan tetap diberlakukan setelah moratorium 30 hari berakhir. Sementara itu, Gedung Putih dikabarkan tengah merancang pembatasan ekspor semikonduktor ke China, menurut laporan Bloomberg News.
Saat ini, pelaku pasar menanti laporan keuangan Nvidia yang akan dirilis pada Rabu (26/2/2025), setelah penutupan perdagangan. Hal itu untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai tren bisnis kecerdasan buatan. Saham Nvidia saat ini telah turun hampir 5% sepanjang 2025, tertinggal dari kinerja pasar secara keseluruhan.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






