ADRO Drop Banget
JAKARTA, investor.id - Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) melemah 4,11% ke Rp 2.100 pada perdagagnan 25 Februari 2025 kemarin. Dan sempat menyentuh Rp 2.080, yang merupakan level terendahnya satu bulan.
Sebanyak 42,87 juta saham ADRO ditransaksikan, frekuensi 16.613 kali, dan nilai transaksi Rp 91,16 miliar.
Saham Alamtri Resources terus anjlok sejak November 2024. Dalam tiga bulan terakhir, saham emiten Garibaldi Thohir atau Boy Thohir Cs ini drop 44,30% atau setelah melakukan spin off PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI).
Alamtri Resources Indonesia (ADRO) memegang dana tunai US$ 2 miliar, setelah spin off AADI. Itu sebabnya, ADRO diprediksi memberikan dividen final besar untuk tahun buku 2024.
DBS Research Group mencatat, kinerja ADRO per September 2024 melampaui ekspektasi. Memang, bakal ada perubahan laporan keuangan setelah spin off AADI. Setelah transaksi itu, tulis DBS, ADRO bakal kehilangan 70% laba bersih.
Kas
Tetapi, hal yang tak boleh luput dari perhatian adalah kas sebesar US$ 2 miliar di neraca ADRO selepas transaksi itu. Ini akan menjadi fondasi ADRO memberikan dividen final besar kepada pemegang saham dan mendanai proyek energi baru terbarukan (EBT).
DBS percaya, ADRO adalah akses investor ke proyek EBT di Indonesia. PLTA Kayan perseroan ditargetkan beroperasi tahun 2030, sedangkan proyek panel surya pada 2028.
Sementara itu, perseroan masih memegang 15% saham AADI dan 84% saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Saat ini, ADMR masih menggarap proyek smelter alumina berkapasitas 500 ribu ton per tahun.
Baca Juga:
BBRI BBCA Ada Apa?“Kami percaya, ADRO bisa menggelar akuisisi yang menguntungkan tahun ini dari dana hasil spin off AADI. Jika tidak, laba bersih perseroan akan ditopang oleh hard coking coal ADMR yang produksinya mencapai 6 juta ton per tahun,” tulis DBS beberapa waktu lalu.
Intinya, ADRO harus menunjukkan kemampuan untuk memanfaatkan modal di proyek non batu bara menguntungkan.
DBS menilai, dengan kas sebesar US$ 2 miliar, ADRO bisa memberikan yield dividen 10% dengan rasio dividen 50% dari laba bersih 2024 sebesar US$ 900 juta.
DBS menetapkan rekomendasi buy ADRO dengan target harga Rp 2.800.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





