Harga Emas Naik Tipis di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump
NEW YORK, investor.id – Harga emas naik tipis pada Rabu (26/2/2025). Setelah sempat menyentuh level terendah dalam satu minggu pada sesi sebelumnya. Ketidakpastian seputar rencana tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menekan sentimen risiko dan meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot terlihat naik 0,1% ke level US$ 2.918,01 per ons saat berita ini ditulis. Setelah mengalami penurunan lebih dari 2% pada Selasa (25/2/2025). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS terpantau menguat 0,5% ke level US$ 2.932,5 .
Trump kembali membuka front baru dalam kebijakan perdagangannya dengan memerintahkan penyelidikan terhadap kemungkinan penerapan tarif baru pada impor tembaga. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat produksi dalam negeri logam yang penting bagi kendaraan listrik, peralatan militer, jaringan listrik, serta berbagai barang konsumsi.
Analis pasar senior Asia-Pasifik di OANDA Kelvin Wong mengatakan, kekhawatiran terhadap tarif Trump melemahkan kepercayaan konsumen AS, yang pada akhirnya menopang harga emas.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen AS mengalami penurunan terbesar dalam tiga setengah tahun pada Februari, sementara ekspektasi inflasi 12 bulan ke depan meningkat tajam.
Richmond Federal Reserve President Tom Barkin menyatakan, ketidakpastian ini membuat sulit untuk melakukan perubahan kebijakan moneter yang signifikan.
Tarif Trump
Meskipun inflasi yang tinggi dapat memaksa The Fed mempertahankan suku bunga lebih lama, yang berpotensi mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil, ketakutan terhadap potensi perang dagang global akibat tarif Trump telah mendorong emas mencetak rekor tertinggi beberapa kali dan naik sekitar 11% sepanjang tahun ini.
Pelaku pasar kini menantikan laporan Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS, indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed, yang akan dirilis pada Jumat (28/2/2025). Data ini akan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
"Jika angka inflasi menunjukkan peningkatan, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed bisa semakin menipis," kata analis pasar utama di KCM Trade Tim Waterer.
Sedangkan harga logam mulia lainnya bervariasi, yaitu perak stabil di US$ 31,74 per ons, platinum turun 0,3% menjadi US$964,00, sementara paladium naik 0,3% ke level US$ 930,73 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






