Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Naik Tipis di Tengah Ketidakpastian Tarif Trump

Penulis : Indah Handayani
26 Feb 2025 | 11:04 WIB
BAGIKAN
Emas Antam (ANTM). (Foto: Antam)
Emas Antam (ANTM). (Foto: Antam)

NEW YORK, investor.id – Harga emas naik tipis pada Rabu (26/2/2025). Setelah sempat menyentuh level terendah dalam satu minggu pada sesi sebelumnya. Ketidakpastian seputar rencana tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menekan sentimen risiko dan meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot terlihat naik 0,1% ke level US$ 2.918,01 per ons saat berita ini ditulis. Setelah mengalami penurunan lebih dari 2% pada Selasa (25/2/2025). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS terpantau menguat 0,5% ke level US$ 2.932,5 .

Trump kembali membuka front baru dalam kebijakan perdagangannya dengan memerintahkan penyelidikan terhadap kemungkinan penerapan tarif baru pada impor tembaga. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat produksi dalam negeri logam yang penting bagi kendaraan listrik, peralatan militer, jaringan listrik, serta berbagai barang konsumsi.

ADVERTISEMENT

Analis pasar senior Asia-Pasifik di OANDA Kelvin Wong mengatakan, kekhawatiran terhadap tarif Trump melemahkan kepercayaan konsumen AS, yang pada akhirnya menopang harga emas.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen AS mengalami penurunan terbesar dalam tiga setengah tahun pada Februari, sementara ekspektasi inflasi 12 bulan ke depan meningkat tajam.

Richmond Federal Reserve President Tom Barkin menyatakan, ketidakpastian ini membuat sulit untuk melakukan perubahan kebijakan moneter yang signifikan.

Tarif Trump

Meskipun inflasi yang tinggi dapat memaksa The Fed mempertahankan suku bunga lebih lama, yang berpotensi mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil, ketakutan terhadap potensi perang dagang global akibat tarif Trump telah mendorong emas mencetak rekor tertinggi beberapa kali dan naik sekitar 11% sepanjang tahun ini.

Pelaku pasar kini menantikan laporan Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS, indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed, yang akan dirilis pada Jumat (28/2/2025). Data ini akan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.

"Jika angka inflasi menunjukkan peningkatan, ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed bisa semakin menipis," kata analis pasar utama di KCM Trade Tim Waterer.

Sedangkan harga logam mulia lainnya bervariasi, yaitu perak stabil di US$ 31,74 per ons, platinum turun 0,3% menjadi US$964,00, sementara paladium naik 0,3% ke level US$ 930,73 per ons.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia