Jumat, 15 Mei 2026

Sawit Sumbermas (SSMS) Diuntungkan Kenaikan Harga CPO Global

Penulis : Muawwan Daelami
4 Mar 2025 | 22:02 WIB
BAGIKAN
Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).
Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Pada 2025, SSMS menargetkan hasil tandan buah segar (TBS) sebesar 23,7 ton per hektare dengan oil extraction rate (OER) 25%. Dengan asumsi total pemrosesan TBS mencapai 2,3 juta ton dan sekitar 70% produksi CPO dialokasikan untuk ekspor, perusahaan optimistis dapat meningkatkan margin keuntungan.

Selain itu, implementasi kebijakan biodiesel B40 di Indonesia juga berpotensi menjadi katalis positif bagi harga CPO domestik. “Jika program ini terealisasi dengan baik, permintaan CPO bakal meningkat, sehingga akan berdampak positif bagi SSMS dalam jangka panjang,” papar Farras dan Hernanda.

Karenanya, dengan dukungan produksi yang meningkat dan efisiensi biaya, kedua analis mencatat bahwa SSMS telah memproyeksikan pendapatan 2025 mencapai Rp 11,2 triliun, tumbuh 6,2% YoY dan EBITDA mencapai Rp 2,7 triliun (+17,8% YoY), dengan margin EBITDA sebesar 24,3%.

ADVERTISEMENT

Lebih jauh, dengan strategi deleveraging, beban bunga SSMS juga akan berkurang, yang pada gilirannya berdampak pada kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp1,2 triliun. Tak berlebihan, jika kemudian SSMS berencana membagikan dividen dengan rasio pembayaran 50%, memberikan imbal hasil dividen sebesar 23,9%.

“Dari sisi valuasi, SSMS direkomendasikan BUY dengan target harga Rp 2.500 per saham, yang mencerminkan price to earnings ratio (P/E) 2025 sebesar 20,6 kali dan potensi kenaikan harga saham sebesar 55,3%,” demikian tulis tim Riset Samuel Sekuritas.

Sekalipun prospek SSMS cukup cerah, Farras dan Hernanda menyebut, beberapa faktor eksternal berpotensi menjadi tantangan bagi perseroan seperti volatilitas harga CPO global dan potensi gangguan operasional akibat faktor cuaca.

Belum lagi, luktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga bisa berdampak pada biaya bahan baku, terutama untuk pupuk yang sebagian besar diimpor. Namun, dengan strategi ekspansi, efisiensi operasional, serta dukungan dari integrasi bisnis hulu ke hilir, tim riset Samuel Sekuritas itu meyakini, SSMS akan tetap berada di jalur pertumbuhan yang positif.

“Kombinasi antara peningkatan produksi, optimalisasi rantai pasokan, dan kebijakan dividen yang menarik, membuat SSMS menjadi salah satu emiten perkebunan yang layak diperhitungkan di pasar saham Indonesia,” tutup kedua analis.

  

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia