Harga Emas Naik, Pasar Menanti Data Ketenagakerjaan AS
Dalam pidatonya di Kongres AS pada Selasa malam (4/3/2025), Trump mengumumkan akan menerapkan tarif tambahan mulai 2 April. Tarif ini mencakup ‘tarif balasan’ serta kebijakan non tarif lainnya untuk mengatasi defisit perdagangan AS.
Sebelumnya, pada Selasa, pemerintah AS telah memberlakukan tarif baru sebesar 25% untuk sebagian besar impor dari Meksiko dan Kanada, serta menaikkan bea masuk barang dari China menjadi 20%.
Di sisi lain, laporan ADP National Employment menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta AS melambat pada Februari. Sementara itu, ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan data nonfarm payrolls yang akan dirilis Jumat (7/3/2025) menunjukkan penambahan 160 ribu lapangan kerja.
“Jika data ketenagakerjaan menunjukkan hasil yang buruk, harga emas bisa turun. Jika hasilnya netral, dampaknya tidak akan besar. Namun, jika hasilnya positif, harga emas bisa melonjak cepat menuju US$ 3.000 atau lebih,” ujar analis senior di RJO Futures Daniel Pavilonis.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






