Jumat, 15 Mei 2026

Laba BTN (BBTN) Terempas di Januari

Penulis : Prisma Ardianto
6 Mar 2025 | 19:16 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN, Nixon LP Napitupulu. (Foto: istimewa)
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN, Nixon LP Napitupulu. (Foto: istimewa)

JAKARTA, investor.id – Laba bersih PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN terhempas pada Januari 2025. Beberapa faktor yang memengaruhi yaitu NII jatuh cukup dalam dan lonjakan provisi masih berlangsung.

Mengacu laporan keuangan BTN pada Kamis (6/3/2025), laba bersih tahun berjalan sampai dengan Januari 2025 ambruk 63,10% year on year (yoy). Sebagai perbandingan, laba bersih turun dari Rp 275,52 miliar menjadi Rp 101,66 miliar.

BBTN mencatat total kredit dan pembiayaan mencapai Rp 356,99 triliun, meningkat 7,11% yoy pada Januari 2025. Ditilik lebih lanjut, kredit konvensional hanya naik 5,70% yoy menjadi Rp 312,41 triliun. Sedangkan pembiayaan syariah naik 18,18% yoy menjadi Rp 44,57 triliun.

ADVERTISEMENT

Kendati kredit dan pembiayaan masih bertumbuh, pendapatan bunga BTN tersungkur 10,12% yoy menjadi Rp 2,36 triliun. Kabar baiknya, beban bunga BTN berhasil ditahan dengan pertumbuhan tipis 0,29% yoy menjadi Rp 1,50 triliun.

Alhasil, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) masih berlanjut jatuh cukup dalam sampai dengan 24,04% yoy menjadi Rp 853,79 miliar. Kinerja tersebut menjadi penanda adanya penurunan dari rasio margin bunga bersih alias net interest income (NIM) oleh BBTN.

Pemberat kinerja BTN lainnya adalah pos kerugian penurunan nilai aset (impairment) atau provisi yang melonjak sampai dengan 43,63% yoy menjadi Rp 325,54 triliun. Di samping itu, ada tambahan pendapatan dari komisi/fee senilai Rp 123,87 miliar, yang bergerak meningkat 35,27% yoy.

Dari kinerja tersebut, BBTN mencatat return on asset (ROA) turun dari 0,06% menjadi 0,02% pada Januari 2025. Begitu pula return on equity (ROE) yang menyusut dari 0,90% menjadi 0,31% di saat yang sama.

Komposisi Pendanaan dan Target

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 42 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia