Laba BTN (BBTN) Terempas di Januari
Hingga 31 Januari 2025, BBTN melaporkan total aset mencapai Rp 454,02 triliun atau meningkat 4,73% yoy, ditopang perkembangan kredit dan pembiayaan. Liabilitas senilai Rp 421,24 triliun atau naik 4,52% yoy. Serta ekuitas sebesar Rp 32,77 triliun atau tumbuh 7,52% yoy.
Dana pihak ketiga (DPK) dibukukan mencapai Rp 374,46 triliun, tumbuh positif sampai dengan 8,78% yoy. Pendorong utama penghimpunan dana masyarakat oleh BTN yaitu dari instrumen giro, yang meningkat 12,62% yoy menjadi Rp 152,69 triliun.
Baca Juga:
Berburu Dana Murah untuk Perkuat DPKSelanjutnya, DPK juga didorong oleh instrumen deposito dengan kenaikan sebesar 7,67 yoy menjadi Rp 179,78 triliun. Adapun tabungan masyarakat di BTN tumbuh tipis 0,74% yoy menjadi sebesar Rp 41,98 triliun.
Dengan komposisi tersebut, total dana murah (current account saving account/CASA) mencapai Rp 194,68 triliun atau bertumbuh 9,82% yoy. Mengalir ke rasio CASA terhadap total DPK terkerek 50 bps dari level 51,49% menjadi 51,99%.
BTN mencanangkan untuk terus mendongkrak penghimpunan dana murah di masa depan. Berdasarkan Annual Report 2024, emiten bersandi BBTN ini memiliki aspirasi meningkatkan komposisi tabungan nasabah sampai dengan Rp 120 triliun pada tahun 2025. Artinya, perusahaan menargetkan adanya pertumbuhan tabungan sampai dengan tiga kali lipat.
Selain itu, perusahaan menyampaikan aspirasi untuk menyalurkan kredit perumahan senilai Rp 450 triliun, didukung dengan portofolio berkualitas tinggi. BTN pun yakin sektor perumahan akan menguat di masa depan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






