Jumat, 15 Mei 2026

PTPP dan Adhi Karya (ADHI) Rilis Lapkeu, Siapa Jawara?

Penulis : Muawwan Daelami
9 Mar 2025 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). Foto: Perseroan.
Salah satu proyek PT PP Tbk (PTPP). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id – Dua BUMN Karya, PT PP Tbk (PTPP) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI), telah merilis laporan keuangan (lapkeu) konsolidasian audited pada 2024. Lantas, siapa jawaranya?

Merujuk laporan keuangan yang dipublikasi, PTPP membukukan pendapatan usaha sejumlah Rp 19,8 triliun. Angka ini tumbuh sekitar 7,3% dibanding pendapatan tahun lalu sebesar Rp 18,4 triliun.

Mesin pertumbuhan PTPP pada 2024 masih bersumber dari pendapatan bisnis intinya (core business) yaitu jasa konstruksi dengan kontribusi sebesar Rp 16,1 triliun, lebih tinggi 10,1% ketimbang tahun lalu sebesar Rp 14,6 triliun.

ADVERTISEMENT

Kemudian, bisnis EPC menyumbang sebesar Rp 2 triliun, terkoreksi dari sebelumnya Rp 2,3 triliun. Kendati demikian, EPC tetap menjadi bisnis dengan pendapatan terbesar kedua PTPP, setelah bisnis jasa konstruksi.

Pendapatan terbesar PTPP selanjutnya datang dari bisnis properti dan realti dengan penghasilan sebesar Rp 795 miliar, naik 11,7% secara yoy. PTPP juga mencatatkan pertumbuhan dari pendapatan keuangan atas konstruksi aset keuangan konsesi mencapai Rp 322 miliar.

Sisanya seperti bisnis persewaan peralatan, pracetak, energi, dan jalan tol cenderung berfluktuasi dengan rata-rata pendapatan puluhan miliar. Menariknya, pada tahun ini PTPP mampu men-generate pendapatan dari bisnis jasa pertambangan sebesar Rp 75 miliar, dari sebelumnya tak menghasilkan pendapatan.

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad sebelumnya menyampaikan bahwa PTPP melalui anak usahanya, PPRE, telah mengantongi kontrak jumbo di pasar tambang. “Kami sudah masuk ke tambang dan nilai kontrak kami di sana cukup besar. Inilah yang menjadi sasaran kenapa kami masuk ke area tersebut. Sebab, jika dikelola dengan baik, pasar tambang menjanjikan hasil usaha yang bagus,” papar dia kepada Investor Daily.

Beban Naik

Kenaikan pendapatan PTPP diikuti dengan kenaikan dari sisi beban pokok pendapatan menjadi Rp 17,1 triliun. Padahal, periode sebelumnya beban pokok PTPP sebesar Rp 16 triliun. Pembengkakan tersebut terjadi akibat meningkatnya beban jasa konstruksi menjadi Rp 14 triliun, didorong oleh kenaikan beban material, sub-kontraktor, dan beban tidak langsung serta beban peralatan.

Seiring dengan bertumbuhnya pendapatan, laba kotor PTPP pun meningkat sebesar 10,5% menjadi Rp 2,6 triliun dari sebelumnya Rp 2,3 triliun. Setelah menghitung pendapatan berikut sejumlah beban, laba bersih PTPP atau laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 415 miliar, terkikis 13,7% dibanding sebelumnya Rp 481 miliar, sehingga menggerus laba per saham dasar menjadi Rp 67 per saham.

Adhi Karya (ADHI)

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 9 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 47 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 51 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia