Jumat, 15 Mei 2026

Pemain Emas Baru, Saham Diterawang Naik 130%

Penulis : Harso Kurniawan
9 Mar 2025 | 13:03 WIB
BAGIKAN
Pialang melihat layar pergerakan saham di sekuritas, Jakarta. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)
Pialang melihat layar pergerakan saham di sekuritas, Jakarta. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – PT Indika Energy Tbk (INDY) adalah emiten pemain emas baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sahamnya diproyeksikan bisa naik tajam.

Berdasarkan riset Sucor Sekuritas, INDY bersiap menjalankan transformasi besar-besaran ke bisnis emas lewat proyek Awak Mas yang bakal dimulai pada semester II-2026. Target produksinya mencapai 100-140 ribu ounce (koz) dengan biaya kas US$ 1.200 per oz.

Seiring lonjakan harga emas dunia, bisnis ini diproyeksikan menyumbang 41% laba usaha Indika (INDY) pada 2027. Adapun CAGR laba bersih selama 2024-2027 diprediksi mencapai 56,3%.

ADVERTISEMENT

“Bisnis emas juga bakal mengerek margin laba bersih Indika menjadi 6% dibandingkan tahun lalu sebesar 2%,” tulis Sucor, yang dikutip pada Minggu (9/3/2025).

Sementara itu, Kideco Jaya Agung, anak usaha INDY di sektor batu bara, diprediksi mendatangkan arus kas US$ 120 juta per tahun dan memiliki valuasi US$ 1,3 miliar, berdasarkan model DCF hingga 2042. Setelah memasukkan utang bersih sebesar US$ 857 juta, valuasi INDY sudah sejalan dengan market cap saat ini.

Sucor Sekuritas mencatat, ada potensi penurunan royalti dari 23% menjadi 9% bagi INDY. Ini bisa mendongkrak laba bersih hingga 119%.

Potensi Cuan Besar 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia