Jumat, 15 Mei 2026

Dividen Mayora (MYOR) Bisa Lebih Tinggi, Sahamnya Dipatok Segini

Penulis : Jauhari Mahardhika
9 Mar 2025 | 17:27 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kantor PT Mayora Indah Tbk (MYOR). (Foto: Mayora)
Ilustrasi kantor PT Mayora Indah Tbk (MYOR). (Foto: Mayora)

JAKARTA, investor.id – Manajemen PT Mayora Indah Tbk (MYOR) telah mengadakan earnings call dengan para analis membahas pencapaian 2024. Muncul beberapa poin penting, termasuk target 2025.

Manajemen Mayora mengungkapkan bahwa margin laba kotor melanjutkan tren pemulihan pada awal tahun ini, setelah hanya pulih tipis pada kuartal IV-2024. Berkat kenaikan harga jual pada Februari 2025, margin laba kotor Mayora mencapai 23% dibandingkan kuartal IV-2024 yang sebesar 20,9%.

“Tahun ini, margin laba kotor Mayora diproyeksikan berada di kisaran 23-25% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 23%,” tulis Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas, Edi Chandren dalam ulasannya, yang dikutip pada Minggu (9/3/2025).

ADVERTISEMENT

Pencapaian guidance margin laba kotor emiten berkode saham MYOR tersebut akan sangat bergantung pada pergerakan harga bahan baku, terutama kopi dan kokoa. Guidance margin laba kotor sekitar 23-25% ditetapkan dengan asumsi utama bahwa harga kopi dan kokoa relatif stabil di level saat ini hingga akhir tahun.

“Jika harga bahan baku naik lagi, MYOR akan kembali menyesuaikan harga jual atau penyesuaian lainnya,” sebut Edi.

Tahun ini, MYOR menargetkan pertumbuhan pendapatan double digit berkisar 12-15% yoy. Pertumbuhan bakal didorong oleh peningkatan volume ketimbang kenaikan harga.

Guidance pendapatan dan margin laba kotor MYOR tercermin pada ekspektasi pertumbuhan laba bersih dari manajemen yang relatif sejalan dengan ekspektasi konsensus, yang memproyeksikan kenaikan laba bersih sebesar 14% yoy pada 2025,” jelas dia.

Terkait pendapatan, jika tercapai, hal itu akan melanjutkan tren pertumbuhan pendapatan yang solid (+15% yoy) pada 2024. Manajemen MYOR cukup optimistis bahwa program-program pemerintah dalam jangka pendek seperti paket stimulus maupun program strategis seperti makan bergizi gratis (MBG) bakal berdampak positif, sehingga target pendapatan dapat tercapai.

Untuk belanja iklan dan promosi (A&P), manajemen MYOR menargetkan kenaikannya tidak lebih besar dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

Dari sisi belanja modal (capital expenditure/capex), manajemen melihatnya akan cenderung lebih rendah pada tahun ini, dengan alokasi sebesar Rp 1 triliun dibandingkan realisasi capex pada 2024 yang mencapai Rp 1,8 triliun. Mayoritas dana capex ditujukan untuk keperluan ‘replacement’ sekitar Rp 600 miliar.

“Kami menilai kebutuhan capex yang lebih rendah membuka peluang untuk pembagian dividen yang lebih tinggi (dividend payout ratio tahun buku 2023 sebesar 38%), meski fluktuasi harga bahan baku dapat meningkatkan kebutuhan likuiditas (cash) perseroan,” ungkap Edi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dengan kuatnya tren pendapatan, perbaikan margin akan menjadi faktor kunci pemulihan harga saham MYOR ke depan. Karena itu, pergerakan harga bahan baku menjadi hal yang perlu dicermati oleh investor.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia