Hajatan Besar BBCA
JAKARTA, investor.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA memiliki hajatan besar dengan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada Rabu (12/3/2025) ini.
Pada perdagangan 11 Maret kemarin, saham BBCA sendiri ditutup stagnan. Sebanyak 109,3 juta saham BCA ditransaksikan, frekuensi 18.034 kali, dan nilai transaksi Rp 978,18 miliar. Saham ini diakumulasi, di mana broker Verdhana Sekuritas mencatatkan net buy Rp 310,1 miliar. Asing juga mencetak net buy Rp 82,2 miliar.
Adapun dalam pemanggilan RUPST, direksi BBCA menyebutkan bahwa RUPST digelar di Menara BCA, Grand Indonesia, Jakarta mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai.
Baca Juga:
BERITA POPULER: Harga Emas Antam (ANTM) Anjlok hingga Saham Emiten Lo Kheng Hong (ANJT) Melejit“Pemegang saham perseroan yang berhak hadir atau diwakili dalam rapat perseroan adalah pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada hari Selasa tanggal 11 Februari 2025, pukul 16.00 WIB,” jelas direksi BBCA dalam pemanggilan RUPST dikutip Kamis (13/2/2025).
Adapun salah satu mata acaranya adalah penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Direksi BCA menjelaskan bahwa penggunaan laba bersih perseroan akan diusulkan untuk disisihkan sebagai dana cadangan, pembagian dividen tunai, dan sisa laba bersih yang tidak ditentukan penggunaannya akan ditetapkan sebagai laba ditahan.
Bank Central Asia (BBCA) atau BCA beserta entitas anak menutup tahun 2024 dengan pertumbuhan kinerja yang solid. Laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh tinggi 12,7% secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp 54,84 triliun.
Sebelumnya, Presiden Direktur BCA (BBCA) Jahja Setiaatmadja sempat mengatakan, secara tahunan memang dari nominal dividen yang dibayarkan lebih besar kepada para pemegang saham. Namun, hal tersebut harus melalui persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS) terlebih dahulu.
Baca Juga:
l“Kami pernah janji kepada para investor, dividen yang dibayar BCA absolutnya itu harus lebih tinggi setiap tahun, kecuali pada tahun 2020 pada saat Covid, karena profitnya negatif growth 5%. Nah, tahun ini naik 12,7% ini akan ditentukan nanti dalam RUPS. Saya nggak berani menjanjikan apakah ini akan lebih atau kurang. Tapi seingat saya tahun lalu 68,5% dari profit kami bagi sebagai dividen,” urai Jahja dalam konferensi pers, Kamis (23/1/2025).
Untuk tahun buku 2023, BBCA membagikan dividen total Rp 33,28 triliun atau Rp 270/saham. Terdiri dari Rp 42,5/saham untuk dividen interim, dan Rp 227,5/saham sebagai dividen final.
Di tahun buku 2024, BCA sudah menebar dividen interim Rp 50/saham yang dibayarkan pada 11 Desember 2024.
Perubahan Pengurus
Selain itu, mata acaranya adalah perubahan susunan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan.
Manajemen menjelaskan perubahan susunan anggota dewan komisaris dan direksi perseroan yang akan diusulkan adalah sebagai berikut:
Baca Juga:
Saham BBRI Makin Larisi. Menerima pengunduran diri Bapak Djohan Emir Setijoso selaku Presiden Komisaris Perseroan;
ii. Mengangkat Bapak Jahja Setiaatmadja sebagai Presiden Komisaris Perseroan;
iii. Mengangkat Bapak Gregory Hendra Lembong sebagai Presiden Direktur Perseroan;
iv. Mengangkat Bapak John Kosasih sebagai Wakil Presiden Direktur Perseroan;
v. Mengangkat Bapak Hendra Tanumihardja sebagai Direktur Perseroan.
“Pengangkatan pada point ii, iii, iv dan v di atas akan berlaku efektif memperhatikan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas pengangkatan masing-masing calon,” terang manajemen BBCA.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






