GOTO Pangkas Kerugian 96% dan Cetak Rekor
JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kinerja keuangan kuartal keempat dan tahun penuh 2024, yang melampaui panduan titik impas dengan pencapaian rekor tertinggi pada GTV inti, pendapatan bruto, dan EBITDA yang disesuaikan.
Ini menegaskan pertumbuhan dan profitabilitas GOTO yang pesat. Kinerja keuangan GOTO didukung oleh disiplin pengelolaan biaya dan insentif guna mendorong pertumbuhan serta profitabilitas yang berkelanjutan.
Pengguna yang bertransaksi bulanan (Monthly Transacting Users/MTUs) dalam ekosistem GOTO tumbuh 22% yoy pada kuartal keempat dan 16% dalam setahun penuh.
GTV inti GOTO meningkat sebesar 66% yoy pada kuartal keempat menjadi Rp 79,2 triliun dan tumbuh 58% sepanjang tahun penuh menjadi Rp 268,2 triliun. Sementara itu, GTV GOTO pada kuartal keempat tumbuh 32% yoy menjadi Rp 144,5 triliun dan tumbuh 29% untuk setahun penuh menjadi Rp519,8 triliun.
Baca Juga:
Ada yang Kasih Saran Buru-buru Beli GOTOAdapun pendapatan bruto tumbuh 28% yoy pada kuartal keempat menjadi Rp 5 triliun dan naik 30% sepanjang tahun penuh menjadi Rp 18,1 triliun. EBITDA GOTO yang disesuaikan tumbuh 348% yoy dan 191% secara kuartalan (qoq) pada kuartal keempat mencapai Rp 399 miliar untuk periode tersebut dan Rp 386 miliar untuk setahun penuh.
“Sepanjang 2024, kami terus mencari cara baru dan efektif untuk memenangkan persaingan ketat dalam menjangkau konsumen Indonesia. Kami berhasil melampaui panduan yang telah ditetapkan, dengan pencapaian EBITDA grup yang disesuaikan sebesar Rp 386 miliar untuk setahun penuh, serta mencatatkan kuartal pertama dengan EBITDA yang disesuaikan positif pada unit bisnis financial technology,” kata Direktur Utama GOTO, Patrick Walujo dalam keterangannya, Rabu (12/3/2025).
Menurut Patrick, pihaknya telah melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengguna sepanjang tahun dan mengharapkan hal tersebut terus berlanjut hingga 2025, seiring dengan strategi ekosistem yang terus terbukti efektif.
Ke depan, GOTO akan semakin memperkuat bisnis melalui inovasi, baik dari sisi operasional maupun di level produk, untuk meningkatkan pendapatan, meningkatkan efisiensi biaya, serta menghadirkan layanan yang lebih terarah dan dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Baca Juga:
Kenapa Saham RATU Tumbang?Direktur Keuangan GOTO, Simon Ho menambahkan, perbaikan pada pendapatan dan profitabilitas mencerminkan pertumbuhan yang terus berlanjut dari layanan inti serta efektivitas strategi pengelolaan biaya di seluruh lini bisnis. GTV inti grup dan pendapatan terus meningkat secara konsisten sepanjang tahun.
Di sisi lain, pendekatan efisiensi biaya yang lebih terperinci memungkinkan GOTO menurunkan beban kas rutin tetap sebesar 3% sepanjang tahun penuh menjadi Rp 5,3 triliun. “Fondasi keuangan yang sehat yang telah kami bangun pada 2024 menempatkan kami dalam posisi yang kuat untuk terus menjalankan strategi kami pada 2025," jelas dia.
Ikhtisar Kinerja 2024:
- GTV inti grup mencapai rekor Rp 79,2 triliun pada kuartal 4, tumbuh 66% yoy dan 58% untuk setahun penuh.
- Pendapatan bruto tumbuh dan mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 5 triliun pada kuartal 4, naik 28% yoy dan 30% untuk setahun penuh.
- Beban kas rutin tetap turun 3% yoy untuk setahun penuh.
- EBITDA grup yang disesuaikan mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 399 miliar pada kuartal 4 dan Rp 386 miliar untuk setahun penuh.
- Kerugian bersih grup turun 99% yoy menjadi Rp 1,1 triliun pada kuartal 4 dan terpangkas 96% sepanjang tahun 2024 menjadi Rp 3,1 triliun (vs 2023 sebesar Rp 87,3 triliun).
- Unit bisnis financial technology mencatat EBITDA yang disesuaikan positif, didorong oleh pertumbuhan tingkat penggunaan aplikasi GoPay dan peningkatan portofolio pinjaman. Ekspansi lebih lanjut pada portofolio pinjaman dan EBITDA yang disesuaikan diharapkan berlanjut pada 2025.
- Unit bisnis On-Demand Services (ODS) terus mempertahankan pertumbuhan dan profitabilitas yang kuat. GTV inti tumbuh 24% yoy pada kuartal 4 dan 17% untuk setahun penuh, sementara EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 267 miliar pada kuartal 4 dan Rp 679 miliar untuk setahun penuh.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






