GOTO Kejar Lonjakan Kinerja pada 2025
- GTV inti grup mencapai rekor Rp 79,2 triliun pada kuartal 4, tumbuh 66% yoy dan 58% untuk setahun penuh.
- Pendapatan bruto tumbuh dan mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 5 triliun pada kuartal 4, naik 28% yoy dan 30% untuk setahun penuh.
- Beban kas rutin tetap turun 3% yoy untuk setahun penuh.
- EBITDA grup yang disesuaikan mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 399 miliar pada kuartal 4 dan Rp 386 miliar untuk setahun penuh.
- Kerugian bersih grup turun 99% yoy menjadi Rp 1,1 triliun pada kuartal 4 dan terpangkas 96% sepanjang tahun 2024 menjadi Rp 3,1 triliun (vs 2023 sebesar Rp 87,3 triliun).
Baca Juga:
Adaro Andalan (AADI) Tidak Bagi Dividen?- Unit bisnis financial technology mencatat EBITDA yang disesuaikan positif, didorong oleh pertumbuhan tingkat penggunaan aplikasi GoPay dan peningkatan portofolio pinjaman. Ekspansi lebih lanjut pada portofolio pinjaman dan EBITDA yang disesuaikan diharapkan berlanjut pada 2025.
- Unit bisnis On-Demand Services (ODS) terus mempertahankan pertumbuhan dan profitabilitas yang kuat. GTV inti tumbuh 24% yoy pada kuartal 4 dan 17% untuk setahun penuh, sementara EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 267 miliar pada kuartal 4 dan Rp 679 miliar untuk setahun penuh.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






