Jumat, 15 Mei 2026

GOTO Kejar Lonjakan Kinerja pada 2025

Penulis : Jauhari Mahardhika
12 Mar 2025 | 20:39 WIB
BAGIKAN
CEO Nvidia Jensen Huang (kiri) & Direktur Utama GOTO Patrick Walujo (kanan). (Instagram GOTO).
CEO Nvidia Jensen Huang (kiri) & Direktur Utama GOTO Patrick Walujo (kanan). (Instagram GOTO).

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengungkapkan pedoman kinerja 2025, dengan EBITDA yang disesuaikan pada tahun ini berkisar Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,6 triliun.

Target tersebut melonjak dibandingkan realisasi EBITDA yang disesuaikan pada 2024. EBITDA GOTO yang disesuaikan pada tahun lalu mencapai rekor tertinggi sebesar Rp 386 miliar untuk setahun penuh dan Rp 399 miliar pada kuartal IV-2024.

Perkiraan tersebut berdasarkan kondisi pasar saat ini dan mencerminkan estimasi awal GOTO, yang semuanya bergantung pada berbagai ketidakpastian dan risiko. Termasuk, peningkatan persaingan pasar yang diperkirakan terus berlanjut, serta inflasi biaya, kondisi perekonomian makro, dan variabel lainnya.

ADVERTISEMENT

“GOTO berada di jalur yang tepat untuk terus bertumbuh dan mencapai profitabilitas, dengan memanfaatkan nilai ekosistem yang terhubung secara unik,” ungkap manajemen GOTO dalam keterangannya, Rabu (12/3/2025).

GOTO menargetkan dapat menjangkau lebih banyak orang di seluruh Indonesia dengan cara lebih efisien, dengan menyesuaikan produk untuk berbagai demografi dan preferensi pengguna, serta menggunakan platformnya untuk menyediakan layanan yang lebih terarah bagi basis penggunanya.

GOTO mencatatkan pertumbuhan pengguna yang bertransaksi bulanan (Monthly Transacting Users/MTUs) dalam ekosistemnya sebesar 22% yoy pada kuartal IV-2024 dan 16% dalam setahun penuh 2024.

GTV inti GOTO meningkat sebesar 66% yoy pada kuartal IV menjadi Rp 79,2 triliun dan tumbuh 58% sepanjang 2024 menjadi Rp 268,2 triliun. Adapun GTV GOTO pada kuartal IV tumbuh 32% yoy menjadi Rp 144,5 triliun dan tumbuh 29% untuk setahun penuh menjadi Rp 519,8 triliun.

Kemudian, pendapatan bruto meningkat 28% yoy pada kuartal IV-2024 menjadi Rp 5 triliun dan naik 30% sepanjang tahun lalu menjadi Rp 18,1 triliun. EBITDA GOTO yang disesuaikan tumbuh 348% yoy dan 191% secara kuartalan (qoq) pada kuartal IV mencapai Rp 399 miliar untuk periode tersebut dan Rp 386 miliar untuk setahun penuh.

“Kami berhasil melampaui panduan yang telah ditetapkan, dengan pencapaian EBITDA grup yang disesuaikan sebesar Rp 386 miliar untuk setahun penuh, serta mencatatkan kuartal pertama dengan EBITDA yang disesuaikan positif pada unit bisnis financial technology,” kata Direktur Utama GOTO, Patrick Walujo.

Menurut Patrick, pihaknya telah melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengguna sepanjang tahun dan mengharapkan hal tersebut terus berlanjut hingga 2025, seiring dengan strategi ekosistem yang terus terbukti efektif.

Ke depan, GOTO akan semakin memperkuat bisnis melalui inovasi, baik dari sisi operasional maupun di level produk, untuk meningkatkan pendapatan, meningkatkan efisiensi biaya, serta menghadirkan layanan yang lebih terarah dan dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Ikhtisar Kinerja 2024: 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia