Tren bullish Harga Emas Kian Kuat, Dekati Rekor Tertinggi
Dari sisi permintaan, Andy menyebut, World Gold Council (WGC) melaporkan bahwa bank sentral global terus melakukan pembelian emas dalam jumlah besar. Bank Rakyat China (PBoC) dan Bank Nasional Polandia (NBP) masing-masing menambah 10 dan 29 ton emas dalam dua bulan pertama 2025.
“Faktor ini turut memperkuat prospek bullish bagi harga emas dalam jangka menengah hingga panjang. Dengan latar belakang ini, emas berpotensi menguji level psikologis US$ 2.950 dalam waktu dekat,” tambah Andy.
Menurut Andy, para pelaku pasar kini akan mencermati rilis data ekonomi lebih lanjut, termasuk Indeks Harga Produsen (IHP) AS, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal, serta Sentimen Konsumen Universitas Michigan (UoM) yang dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai prospek kebijakan moneter The Fed.
“Jika data-data ini mengindikasikan pelemahan lebih lanjut dalam ekonomi AS, maka peluang emas untuk terus menguat semakin terbuka.
Dengan berbagai faktor pendukung, Andy menegaskan, prospek harga emas hari ini tetap cenderung bullish. Namun, investor perlu waspada terhadap potensi koreksi jika terjadi tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi dan penguatan Dolar AS yang lebih lanjut. “Sebagai aset safe-haven, emas masih menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






