Jumat, 15 Mei 2026

Saham GOTO Disedot, Harganya Rata-rata Segini

Penulis : Jauhari Mahardhika
13 Mar 2025 | 15:19 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah membeli kembali (buyback) sebanyak 23,6 miliar saham GOTO hingga akhir Februari 2025. Nilai pembelian saham itu sekitar US$ 91 juta atau Rp 1,5 triliun.

“Nilai tersebut mengindikasikan harga rata-rata pembelian sebesar Rp 64/saham,” tulis Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas, Edi Chandren dalam ulasannya, Kamis (13/3/2025).

Hingga berita ini ditayangkan, saham GOTO turun tipis 1,2% ke level Rp 82. Sebagai informasi, GOTO mengalokasikan anggaran buyback saham senilai US$ 200 juta.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, terkait pemberitaan soal rencana merger dengan Grab Holdings, kata Edi, manajemen GOTO kembali mengatakan bahwa mereka tidak dapat berkomentar dan memilih untuk tetap fokus mengeksekusi strategi, mengingat potensi pasar yang masih besar.

Kemudian, mengenai rencana pemberian ‘tunjangan hari raya (THR)’ bagi mitra, manajemen GOTO menjelaskan bahwa ‘THR’ akan diberikan kepada mitra yang produktif dan berkinerja tinggi (high performing). Perseroan juga bakal mengelola tambahan biaya dalam perencanaan yang telah dibuat.

GOTO baru saja merilis laporan keuangan 2024, dimana perseroan mencatatkan proforma adjusted EBITDA sebesar Rp 399 miliar pada kuartal IV-2024 dibandingkan kuartal IV-2023 yang sebesar Rp 89 miliar dan kuartal III-2024 sebesar Rp 137 miliar.

“Hasil tersebut membuat adjusted EBITDA selama 2024 mencapai positif Rp 386 miliar dibandingkan tahun 2023 yang negatif Rp 2,3 triliun. Ini melampaui guidance perseroan yang menargetkan breakeven,” sebut Edi.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Secara bottom line, rugi bersih GOTO turun menjadi Rp 1,1 triliun pada kuartal IV-2024 dibandingkan kuartal IV-2023 yang rugi bersih Rp 80,4 triliun dan kuartal III-2024 rugi bersih Rp 655 miliar. Alhasil, rugi bersih selama 2024 menjadi Rp 3,1 triliun dibandingkan tahun 2023 yang rugi bersih Rp 87 triliun.

Tahun ini, GOTO menargetkan adjusted EBITDA sebesar Rp 1,4-1,6 triliun. Dari jumlah tersebut, segmen on demand services (ODS) diproyeksikan berkontribusi minimal sebesar Rp 1,1 triliun dan segmen fintech berkontribusi minimal Rp 350 miliar.

Sementara itu, mengenai saham GOTO, Mandiri Sekuritas menetapkan rekomendasi buy dengan target harga Rp 100. Saham GOTO kini diperdagangkan dengan EV/net sales 2025 dan 2026 sebesar 3,7 kali dan 3,2 kali, dibandingkan Grab 4,1 kali dan 3,5 kali serta Sea 3,7 kali dan 3,2 kali.

Di lain pihak, JP Morgan Securities Indonesia menaikkan rekomendasi saham GOTO menjadi overweight (OW) dari sebelumnya netral. Target harga baru saham GOTO sebesar Rp 95 atau naik dari sebelumnya Rp 75.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 56 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 57 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia