Harga Bitcoin Anjlok ke US$ 81 Ribu, Kenapa?
Penurunan ini telah mendorong harga Bitcoin di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (200-DMA) di level US$ 86.300, yang merupakan indikator penting bagi tren pasar jangka panjang. Bitcoin bukan satu-satunya aset berisiko yang mengalami tekanan, karena indeks saham AS, S&P 500, juga mengalami nasib serupa.
Baca Juga:
Kenapa Nasib Bitcoin Sekarang Begini?Saat ini, S&P 500 berada di kisaran 5.537, turun dari rata-rata pergerakan 200 hari yang berada di 5.738. Menurut Joe Carlasare, seorang litigator komersial yang mendukung Bitcoin, kegagalan S&P 500 untuk kembali ke atas level tersebut bisa menjadi sinyal penurunan lebih lanjut.
"S&P 500 terus kesulitan untuk kembali ke atas 200-DMA. Jika kita tidak segera melihat reli besar, kemungkinan harga akan turun lebih jauh. Sejarah menunjukkan bahwa ketika kita kehilangan level 200 hari, penurunan sering kali terjadi,” tulisnya di platform X.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






