IHSG Babak Belur Akibat Tekanan Global dan Domestik
Sementara tekanan domestik, Pilarmas menyebut, pasar khawatir akan kondisi kinerja dan realisasi APBN hingga akhir bulan lalu yang kurang memuaskan, hal ini tercermin dari kinerja realisasi APBN pada Februari 2025 mencatatkan defisit sebesar Rp 31 triliun akibat penurunan tajam dalam penerimaan pajak.
Dengan defisit tersebut tentunya ini akan memberatkan APBN sehingga membatasi kemampuan pemerintah untuk membiayai program-program. “Pasar tentunya berharap adanya kejelasan pemerintah terkait kebijakan fiskal dan menunda setoran dividen BUMN ke Lembaga Danantara sehingga dividen BUMN tetap dialihkan untuk menopang APBN,” papar Pilarmas.
Sebelumnya Kementerian Keuangan menyatakan tidak akan menarik dividen BUMN tahun ini yang sudah dianggarkan sebesar Rp 90 triliun. Dividen tersebut akan diserahkan ke Danantara.
Sebelumnya Lembaga pemeringkat global, Fitch Ratings menilai stabilitas ekonomi Indonesia masih bergantung pada kemampuan pemerintah dalam meningkatkan pendapatan negara mengelola defisit fiskal, dan mempertahankan daya saing ekspor.
Pada sesi pertama hari ini, saham-saham yang mengalami kenaikan KICI, SMIL, DADA, TAXI, MIRA. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar DCII, SMDM, IKAI, KOTA, KSIX.
Pilarmas merekomendasikan saham ANTM untuk perdagangan di sesi II. “Kami merekomendasikan ANTM buy dengan support dan resistance di 1.520 -1.685,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






