AADI Punya Target Harga Baru, tapi Turun
JAKARTA, investor.id – PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menutup tahun 2024 dengan kinerja yang sedikit lebih baik dari perkiraan. Adaro Andalan membukukan pendapatan sebesar US$ 5,3 miliar atau turun 10,1% yoy dan laba bersih US$ 1,2 miliar atau naik 5,9% yoy.
“Hasil tersebut ditopang oleh penurunan royalti dan keuntungan US$ 322 juta dari pelepasan investasi,” tulis analis KB Valbury Sekuritas, Laurencia Hiemas dalam risetnya.
Adapun volume penjualan batu bara Adaro Andalan sepanjang 2024 mencapai rekor 68,1 Mt atau meningkat 7,4% yoy, meski terjadi penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 16,2%. PT Adaro Indonesia (AI) berkontribusi sebesar 84,2% terhadap total volume penjualan.
Tahun ini, proyeksi volume penjualan emiten berkode saham AADI tersebut direvisi turun menjadi 65 Mt atau turun 4,5% yoy, yang berdampak pada pemangkasan estimasi pendapatan dan EBITDA sebesar 25-45%.
Baca Juga:
Saham-Saham Jeblok, Kerugian Menggunung“Walaupun demikian, margin tetap solid dengan margin EBITDA diperkirakan meningkat menjadi 29-30%,” ungkap Laurencia.
Sedangkan belanja modal (capital expenditure/capex) AADI bakal moderat sebesar US$ 300 juta. Rasio pembayaran dividen dipertahankan mencapai 50%, disokong oleh arus kas bebas yang kuat dan likuiditas sehat.
Dividen dan Target Harga Saham
KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham Adaro Andalan Indonesia (AADI). Namun, target harga saham AADI direvisi turun menjadi Rp 10.500 dari sebelumnya Rp 14.175.
Dengan menerapkan P/E multiple sebesar 5 kali, target harga baru saham AADI mencerminkan asumsi yang lebih konservatif di tengah volatilitas harga batu bara.
Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa setiap perubahan 10% pada harga batu bara dapat menggeser valuasi dalam kisaran Rp 8.800-12.100 per saham. “Meskipun ada kehati-hatian dalam jangka pendek, AADI tetap menjadi pilihan menarik bagi investor dividen,” sebut Laurencia.
Sementara itu, Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Hendriko Gani mengungkapkan bahwa Adaro Andalan (AADI) kemungkinan tidak akan membagikan dividen atas laba bersih tahun buku 2024. Hal itu mencuat dalam diskusi antara AADI dan Stockbit Sekuritas.
“Kemungkinan tersebut didasari sejumlah pertimbangan, seperti AADI yang baru IPO pada Desember 2024, level kas saat ini, dan kebutuhan capex mendatang,” ungkap Hendriko dalam ulasannya, baru-baru ini.
Meski demikian, menurut dia, keputusan soal pembagian dividen tahun buku 2024 pastinya hanya akan diketahui pada RUPST mendatang.
Baca Juga:
ADRO Bisa Bergerak ke Level IniSecara historis, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) – entitas yang menaungi AADI sebelum spin off – membagikan dividen final pada bulan Mei, dengan dividen interim pada Desember. “Kami memperkirakan AADI mulai membagikan dividen secara interim untuk tahun buku 2025,” jelas Hendriko.
Di dalam prospektus, manajemen AADI menyebutkan bahwa perseroan mulai tahun buku 2025 merencanakan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) hingga sebesar 45% dari laba bersih konsolidasi. Manajemen AADI tidak menyebutkan besaran DPR untuk tahun buku 2024.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






