Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih BCA (BBCA) Naik 8,4% pada Februari

Penulis : Prisma Ardianto
16 Mar 2025 | 18:33 WIB
BAGIKAN
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Foto: BCA)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. (Foto: BCA)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan laba bersih periode berjalan bank only tumbuh 8,43% year on year (yoy) pada Februari 2025. Beberapa faktor menyokong perkembangan laba dalam dua bulan di awal tahun ini.

Mengacu laporan keuangan BBCA pada Minggu (16/3/2025), perolehan laba setidaknya didukung kinerja positif dari sisi produksi kredit, keberhasilan menekan beban bunga, hingga dukungan pendapatan komisi/fee.

Sebagai gambaran, penyaluran kredit dan pembiayaan dari bank berlogo cengkeh ini tumbuh tinggi di level 13,98% yoy menyentuh Rp 900,65 triliun pada Februari 2025. Adapun pada periode sama tahun sebelumnya, kredit dibukukan sebesar Rp 790,19 triliun.

ADVERTISEMENT

Kecepatan produksi kredit itu juga yang selanjutnya mengalir ke pendapatan bunga BCA. Perolehan pendapatan bunga sampai dalam dua bulan mencapai Rp 14,86 triliun atau meningkat 5,03% yoy.

Di samping itu, BBCA berhasil memangkas beban bunga 1,57% yoy menjadi Rp 1,99 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) berhasil dikerek naik 6,13% yoy menjadi Rp 12,87 triliun.

Rapor hijau juga dicatatkan BCA dari sisi pendapatan komisi/fee yang tumbuh 6,68% (yoy) menjadi Rp 2,98 triliun. Sedangkan pos beban kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) terpantau meningkat 8,27% yoy menjadi Rp 604,79 triliun.

Dengan demikian, BBCA melaporkan laba operasional naik 8,61% yoy menjadi Rp 11,09 triliun. Selanjutnya dicetak sebagai laba bersih periode berjalan bank only bertumbuh 8,43% yoy menjadi Rp 8,97 triliun pada Februari 2025.

DPK Tumbuh Mini

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia