Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Nelangsa tapi Indeks Saham Asia Menyala, kok Bisa?

Penulis : Indah Handayani
18 Mar 2025 | 13:47 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Foto: Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ambrol 395,8 poin (6,12%) ke level 6.076,08 pada Selasa (18/3/2025). Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, IHSG hari ini nelangsa disaat Indeks saham Asia menyala karena dihajar sentimen dalam negeri.

Pilarmas menjelaskan, sentimen dalam negeri tersebut adalah sikap pelaku pasar yang merespon kekhawatiran kondisi ekonomi dalam negeri, hal ini respons hasil survei yang dilakukan oleh LPEM UI. Hasil survey yang dilakukan oleh LPEM UI mengungkapkan bahwa mayoritas 55% ekonom sepakat bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini memburuk dibandingkan tiga bulan lalu.

“Sehingga hasil survei mengindikasikan bahwa kondisi saat ini memicu pandangan pesimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di masa depan, sekaligus menyoroti kemungkinan terjadinya penurunan,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Selasa (18/3/2025).

ADVERTISEMENT

Selain itu, lanjut Pilarmas, ada rumor yang beredar mengenai kemungkinan Sri Mulyani akan mundur dari jabatannya sebagai Menteri keuangan pada kabinet Merah Putih, tentunya ini akan

berdampak potensi menurunnya kredibilitas keuangan pemerintah dan memicu terjadi capital outflow.

Meskipun kabar tersebut dibantahkan oleh pihak istana, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan bahwa informasi yang beredar mengenai pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan adalah tidak benar alias hoax dan juga Wakil Ketua DPR RI membantah isu mundurnya Menteri Keuangan.

“Namun, pasar tampaknya menantikan klarifikasi langsung dari Sri Mulyani,” tegas Pilarmas.

Sebelumnya pasar juga diselimuti kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam negeri dampak dari kondisi melebarnya defisit APBN, dan juga respons pasar yang menyikapi keraguan pasar dalam sovereign wealth fund, juga downgrade saham dalam Indonesia oleh Lembaga Morgan Stanley dan Goldman Sachs.

Data Ritel AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia