RAJA Bakal Getol Akuisisi, RATU juga
JAKARTA, investor.id – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) – perusahaan milik Happy Hapsoro, suami Puan Maharani – mengadakan analyst meeting pada Senin (17/3/2025).
Berikut adalah catatan penting dari pertemuan tersebut, yang disampaikan oleh Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin dalam ulasannya, Selasa (18/3/2025):
Pertama, Rukun Raharja (RAJA) menargetkan akuisisi 2 perusahaan rampung pada semester I-2025. Bahkan RAJA yakin akuisisi perusahaan distribusi gas bisa tuntas lebih cepat setelah menandatangani perjanjian jual-beli dengan sebuah perusahaan di Banten.
“Sedangkan ekspansi bisnis LNG plant membutuhkan waktu lebih lama, karena harus melalui proses studi kelayakan yang ketat,” ungkap Melvin.
Baca Juga:
Era Baru Erajaya (ERAA)Selain itu, RAJA juga membuka opsi untuk mengakuisisi perusahaan infrastruktur minyak dan gas lepas pantai (off shore), seperti perusahaan kapal minyak atau fasilitas pemrosesan lainnya.
Akuisisi itu dilakukan untuk mengoptimalkan posisi debt to EBITDA RAJA, yang saat ini tergolong rendah sebesar 1,54 kali. Angka tersebut akan kembali turun berkat peningkatan ekuitas dari hasil divestasi 10% saham Raharja Energi Cepu (RATU) senilai Rp 319 miliar atau pada harga Rp 1.175 per saham.
Di luar akuisisi, RAJA menganggarkan belanja modal (capex) sebesar US$ 70-100 juta pada 2025, melonjak dibandingkan tahun 2024 yang sebesar US$ 14 juta, untuk menggarap proyek-proyek baru secara bertahap. Proyek itu antara lain pengerjaan proyek kompresor gas di Sulawesi Selatan dan pipa BBM Tanjung Batu-Samarinda.
Di sisi lain, RAJA dan mitranya telah menyelesaikan studi kelayakan untuk membangun terminal LNG di Cilegon, Banten. Saat ini, RAJA tengah menyiapkan proposal bisnis yang akan diajukan kepada pemerintah.
RATU juga Mau Akuisisi
Manajemen Raharja Energi Cepu (RATU) masih berkomitmen untuk mengakuisisi pembelian hak partisipasi blok migas di wilayah barat maupun timur Indonesia. Manajemen juga menjelaskan bahwa target penyelesaian akuisisi salah satu blok ditargetkan rampung pada tahun ini.
Selain itu, menurut Melvin, manajemen RATU menjelaskan bahwa penurunan kinerja selama 2024 disebabkan oleh kenaikan pengeluaran terkait produksi minyak dan gas di Blok Jabung. Hal itu dipengaruhi oleh operator Blok Jabung, PetroChina, yang mulai ekspansi masif pada 2024, setelah kontrak bagi hasil produksi (production sharing contract) diperpanjang pada 2023.
Sepanjang 2024, RATU membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 13,8 juta pada 2024 atau anjlok 42,9% dibandingkan 2023 yang sebesar US$ 24,3 juta.
Laba bruto RATU juga terpangkas 16% menjadi US$ 22,4 juta dari US$ 26,7 juta. Begitu juga dengan laba tahun berjalan, longsor 42,9% menjadi US$ 13,9 juta dari US$ 24,4 juta.
Sedangkan pendapatan bersih RATU sepanjang 2024 meningkat 22,7% menjadi US$ 57,7 juta dibandingkan 2023 yang sebesar US$ 47 juta.
Baca Juga:
ADRO Bisa Bergerak ke Level IniSementara itu, mengenai aksi Rukun Raharja (RAJA) melepas sebanyak 126.521.500 (4,66%) saham Raharja Energi Cepu (RATU), Sekretaris Perusahaan RAJA Yuni Pattinasarani menjelaskan bahwa pelepasan sebagian saham RATU sebagai bagian dari strategi dalam mengoptimalkan portofolio investasi agar lebih selaras dengan fokus utama bisnis perseroan.
“Pelepasan saham ini juga bertujuan untuk memperkokoh struktur permodalan, memberikan fleksibilitas keuangan bagi perseroan untuk melakukan investasi di proyek-proyek yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi,” tutur Yuni dalam keterangan resmi.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





