Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Sempat Crash, Sri Mulyani Sindir BUMN

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Mar 2025 | 20:22 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan penjelasan saat konferensi pers hasil lelang SUN di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (18/3/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan penjelasan saat konferensi pers hasil lelang SUN di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (18/3/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai pergerakan saham tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika internasional. Tetapi juga oleh faktor khusus di dalam negeri, termasuk pengelolaan perusahaan-perusahaan, terutama BUMN.

“Untuk isu spesifik di dalam negeri yang kita collect berdasarkan beberapa pernyataan terkait pergerakan dari perusahaan-perusahaan. terutama mungkin yang dikaitkan dengan BUMN,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Lelang Surat Utang Negara di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak pada Selasa (18/3/2025).

Menkeu memastikan BUMN terus dijaga dan dikelola secara baik. Dengan pengelolaan BUMN yang baik, maka akan membawa kepastian dan memberikan ekspektasi positif untuk perekonomian dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Dalam hal ini, manajemen BUMN harus bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, agar mereka dapat memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap perusahaan pelat merah.

“Tentu manajemen dari BUMN-BUMN tersebut bertanggung jawab untuk bisa juga menjelaskan kepada masyarakat. Sehingga mereka memiliki tingkat kepercayaan terhadap perusahaan tersebut,” tutur Sri Mulyani.

Seperti yang diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (18/3/2025) ditutup terperosok -3,84% menjadi 6.223,38. Pada perdagangan sesi 1, BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di BEI pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) yang dipicu penurunan IHSG mencapai 5%.

Pembekukan sementara itu dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor: Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat.

Di saat sama, beberapa BUMN mencatat penurunan harga saham. BRI (BBRI) misalnya, sempat turun sampai posisi 3.500 (-8,6%) pada pukul 11.50 WIB, lalu terkerek dan ditutup turun 3,92% di harga 3.680 pada perdagangan Selasa (13/8). BBRI ditinggal kabur asing dengan net sell Rp 1,52 triliun.

Pembaruan Informasi

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia