Jumat, 15 Mei 2026

TBS (TOBA) Tuntaskan Divestasi PLTU dan Akuisisi Sembcorp Environment

Penulis : Jauhari Mahardhika
18 Mar 2025 | 21:44 WIB
BAGIKAN
Pembangkit listrik tenaga batu bara. (Foto: TBS Energi Utama/TOBA)
Pembangkit listrik tenaga batu bara. (Foto: TBS Energi Utama/TOBA)

JAKARTA, investor.id – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) resmi menyelesaikan divestasi seluruh sahamnya di PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL), perusahaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara.

TBS sekaligus merampungkan akuisisi Sembcorp Environment Pte Ltd (SembEnviro), perusahaan Singapura yang bergerak di bidang pengelolaan limbah dan solusi lingkungan.

Transaksi itu merupakan langkah strategis TBS dalam bertransformasi menjadi perusahaan yang berorientasi pada bisnis berkelanjutan dan rendah karbon.

ADVERTISEMENT

Melalui divestasi MCL, emiten berkode saham TOBA tersebut berhasil mengurangi eksposur terhadap aset energi berbasis fosil secara signifikan, sekaligus mempercepat upaya dekarbonisasi perusahaan menuju netralitas karbon.

Langkah strategis ini diperkirakan memangkas lebih dari 750 ribu ton CO₂ ekuivalen per tahun, setara dengan lebih dari 45% total emisi karbon TOBA pada 2024.

Di sisi lain, akuisisi Sembcorp Environment memperkuat posisi TOBA dalam bisnis ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah di Asia Tenggara, melengkapi akuisisi sebelumnya pada Asia Medical Enviro Services Pte Ltd (AMES) di Singapura dan ARAH Environmental Group di Indonesia pada 2023.

"Aksi korporasi ini mencerminkan komitmen nyata TBS (TOBA) dalam menjalankan transformasi bisnis menuju keberlanjutan. Kami percaya bahwa masa depan bisnis TBS harus berjalan seiring dengan upaya dekarbonisasi dan praktik bisnis yang berkelanjutan,” kata Presiden Direktur TBS, Dicky Yordan dalam keterangannya, Selasa (18/3/2025).

Dia menegaskan, strategi itu diyakini akan meningkatkan daya tarik TOBA di kalangan investor, khususnya mereka yang mengutamakan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam keputusan investasinya.

Dengan demikian, TOBA bakal makin resilien serta relevan dalam menghadapi tantangan ekonomi global, dimana isu keberlanjutan makin menjadi prioritas utama.

TBS Energi Utama (TOBA) adalah perusahaan energi terintegrasi yang terdaftar di bursa dan tengah bertransformasi ke arah bisnis hijau melalui komitmen pada pembangunan berkelanjutan dan inisiatif energi terbarukan.

Dengan portofolio bisnis yang beragam, termasuk penambangan dan perdagangan batu bara, pembangkit listrik, perkebunan, kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pengelolaan limbah, TOBA berdedikasi untuk mengurangi jejak karbonnya dan mendorong keberlanjutan lingkungan melalui pertumbuhan rendah karbon.

Beroperasi di berbagai lokasi di Singapura dan Indonesia, termasuk Gorontalo, Kalimantan Timur, Batam, Lampung dan Jawa Tengah, TOBA mempekerjakan lebih dari 2.000 orang yang berperan penting dalam misi pertumbuhan berkelanjutan dan inovasi perusahaan.

Fokus strategis perusahaan Towards a Better Society (TBS 2030) berkomitmen untuk mencapai netralitas karbon pada 2030, yang sejalan dengan tujuan Net Zero Carbon 2060 Indonesia.

Melalui inovasi berkelanjutan dan komitmen terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab, TOBA fokus pada profitabilitas sambil memberikan dampak positif pada komunitas dan berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia