Muncul Lagi Isu GOTO & Grab, soal Apa?
JAKARTA, investor.id – Kabar mengenai rencana Grab Holdings Ltd. mengakuisisi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali muncul. Kali ini perkembangannya lebih jauh lagi, di mana Grab disebut-sebut sudah memulai proses uji tuntas (due diligence).
Mengutip Yahoo Finance, sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa perusahaan ride-hailing dan layanan pengiriman asal Singapura itu sedang mengevaluasi laporan keuangan, kontrak, dan operasional GOTO.
Baca Juga:
GOTO Bidik Lonjakan 314%Selain itu, juga dikatakan sumber bahwa Grab, dan GOTO, serta pemegang saham masing-masing perusahaan tengah menilai struktur dan valuasi kesepakatan. Meski demikian, negosiasi masih berlangsung dan belum tentu berujung pada transaksi final.
Grab, yang didukung Uber Technologies Inc., sebelumnya berulangkali menjajaki diskusi dengan GOTO. Namun, pembicaraan tidak pernah menghasilkan kesepakatan karena potensi hambatan regulasi antimonopoli.
Uber sendiri telah meninggalkan pasar Asia Tenggara sejak 2018 dengan menukar operasinya di wilayah tersebut melalui kepemilikan saham di Grab. Sementara itu, pesaing yang lebih kecil belum mampu menggerus dominasi pasar Grab dan GOTO secara signifikan. Perwakilan Grab dan GOTO menolak berkomentar terkait isu ini.
Valuasi
Bloomberg sebelumnya melaporkan, Grab mempertimbangkan valuasi lebih dari $7 miliar untuk GOTO. Salah satu skenario akuisisi adalah pembelian saham penuh (all-stock purchase) dengan harga lebih dari 100 rupiah per lembar saham.
Sumber yang mengetahui negosiasi tersebut menyebutkan, pembicaraan semakin intensif, di mana 2025 dipandang sebagai tahun yang tepat untuk merealisasikan transaksi.
Menurut analisis Bloomberg Intelligence, peluang regulator menyetujui merger antara Grab dan GOTO atau akuisisi GOTO oleh Grab terbilang kecil. Ini disebabkan oleh potensi dominasi entitas gabungan yang diperkirakan bakal menguasai sekitar 60-70% pasar layanan on-demand di Asia Tenggara, berdasarkan data Momentum Works.
Kondisi tersebut berpotensi dianggap sebagai praktik monopoli oleh otoritas persaingan usaha. Di samping itu, proses integrasi kedua perusahaan tersebut juga dapat menghadapi pengawasan ketat dari regulator serta berisiko menyebabkan pemangkasan tenaga kerja dalam jumlah besar.
Saham GOTO sempat menguat hingga 6,3% pada perdagangan Selasa (18/3/25) siang, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan terdalam sejak 2011 akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi. Sepanjang tahun ini, saham GoTo telah naik sekitar 15%, dengan kapitalisasi pasar mencapai 95 triliun rupiah atau sekitar $5,8 miliar.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






