Saham BBNI Diskon, Disebut Wonderful Company
JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 3,23% ke Rp 4.190 pada perdagangan Selasa (18/9/2025).
Sebanyak 80,14 juta saham ditransaksikan, frekuensi 21.861 kali, dan nilai transaksi Rp 334,71 miliar. Dalam sepekan, saham BBNI melemah 7,51%.
Secara valuasi, saham BBNI lagi diskon. Dengan rasio price to book value (PBV) di bawah 1, yakni 0,96 kali. Dan price earning ratio (PER) 7,28 kali.
Verdhana Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan pada 11 Maret 2025 menetapkan target harga BBNI Rp 6.250 berdasarkan analisis DuPont, dengan asumsi tingkat bebas risiko sebesar 6,5%, premi risiko ekuitas sebesar 7,8%, pertumbuhan sebesar 8,5%, beta 1,0x, dan ROAE yang disesuaikan CAR sebesar 16,5%. Verdhana juga menggunakan buku 2025F sebagai referensi. Kelipatan tersirat pada TP Verdhana adalah 1,3x buku 2025F dan 10,6x laba 2025F (dibandingkan dengan kelipatan saat ini masing-masing sebesar 1,0x dan 8,1x).
Risiko utama menurut pandangan Verdhana adalah tren ekonomi makro yang memburuk, perubahan regulasi yang tidak menguntungkan, dan persaingan likuiditas yang lebih ketat (yang akan meningkatkan biaya pendanaan), dan memburuknya kualitas kredit (yang akan meningkatkan biaya kredit), dan opex yang lebih tinggi.
Wonderful Company
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






