Takdir Harga Emas
JAKARTA, investor.id - Harga emas melesat ke rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada Selasa (18/3/2025). Hal itu didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan rencana kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dikutip dari CNBC internasional, kenaikan tersebut membuat para analis dan bank-bank meningkatkan proyeksi harga emas di tahun ini. Harga emas spot melonjak 1,12% menjadi US$ 3.034,6, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi di level US$ 3.037,7 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 1,3% menjadi US$ 3.043,40.
Sedangkan saat berita ini ditulis harga emas ada level US$ 3.033, berdasarkan data Trading Economics.
Sementara itu, Coin Desk melaporkan bahwa emas telah melonjak ke titik tertinggi sepanjang masa, melampaui US$ 3.025 per ons untuk menandai peningkatan lebih dari 15% sejak pergantian tahun. Sementara itu, bitcoin (BTC) tertinggal, turun 10% tahun ini.
Beberapa faktor telah berkontribusi terhadap reli emas, termasuk arus masuk yang signifikan ke ETF emas dan peran tradisionalnya sebagai aset safe haven selama ketidakpastian geopolitik.
Selain itu, pembahasan tarif baru di AS di bawah Presiden Trump telah semakin mendorong permintaan ekuitas AS. Reli emas yang bersejarah telah mendorong harganya naik 40% dari tahun ke tahun, jauh melampaui kenaikan Bitcoin sebesar 16%.
Bitcoin
Secara historis, ketika emas memasuki pasar bull, bitcoin sering kali mandek atau menurun. Kedua aset tersebut jarang bergerak bersamaan, meskipun ada periode sesekali ketika keduanya naik atau turun secara bersamaan.
Selama reli signifikan pada emas dan bitcoin dari awal 2019 hingga 2020, emas memimpin pada awalnya. Bitcoin mengikutinya pada Q4 2020, melonjak ke bull run-nya sendiri sementara emas tidak terlalu menonjol. Pada tahun 2022, ketika suku bunga global mulai naik, kedua aset menghadapi tekanan sebelum bangkit kembali pada tahun 2023 dan 2024. Sekarang, pada tahun 2025, pasar menyaksikan perbedaan baru antara keduanya.
Pendiri ByteTree Charlie Morris menggambarkan kenaikan harga emas ini sebagai "demam emas yang sesungguhnya"—sesuatu yang belum pernah terjadi di pasar sejak tahun 2011.
"Emas di atas US$ 3.000, perak di atas US$ 24, dan saham emas yang mendapatkan momentum—saya merasa bahwa komunitas kripto belum pernah menyaksikan demam emas yang sesungguhnya. Terakhir kali ini terjadi adalah pada tahun 2011, ketika Bitcoin baru saja naik pada harga $20. Sekarang mereka akan mengalaminya,” katanya dikutip dari Coin Desk.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






