Harga Emas Rekor Tertinggi Lagi Jelang Keputusan The Fed
JAKARTA, investor.id – Harga emas kembali menembus rekor tertinggi Rabu (19/3/20). Ketidakpastian global akibat ketegangan di Timur Tengah dan kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS) mendorong investor mencari aset safe haven.
Dikutip dari Reuters, pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Baca Juga:
Takdir Harga EmasHarga emas terlihat naik 0,16% menjadi US$ 3.036,7, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 3.039. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turun tipis 0,1% menjadi US$ 3.037,5.
Analis pasar utama KCM Trade Tim Waterer mengatakan, situasi saat ini sangat menguntungkan bagi emas sebagai aset lindung nilai. "Kekhawatiran terhadap tarif perdagangan, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi membuat emas semakin diminati oleh investor," ujarnya.
Investor khawatir kebijakan tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan risiko resesi. Beberapa kebijakan tarif yang telah berlaku termasuk pajak tetap 25% pada baja dan aluminium sejak Februari, dengan tarif tambahan yang dijadwalkan mulai berlaku pada 2 April.
Suku Bunga The Fed
The Fed akan mengakhiri pertemuan kebijakan moneter dua hari pada Rabu, dengan ekspektasi bahwa suku bunga acuan tetap dipertahankan di kisaran 4,25-4,50%. Kebijakan suku bunga rendah biasanya menguntungkan bagi emas karena mengurangi biaya peluang dalam berinvestasi pada aset tanpa imbal hasil ini.
"Jika pertemuan FOMC bernada dovish dalam menanggapi ketidakpastian dampak tarif terhadap pertumbuhan ekonomi, harga emas bisa mendapatkan dorongan lebih lanjut. Ini bisa menjadi sinyal bagi emas untuk menembus level US$ 3.050," tambah Waterer.
Baca Juga:
BERITA POPULER: Harga Emas Antam (ANTM) Kian Memuncak hingga Penyebab IHSG Hancur-hancuranDi sisi lain, ketegangan geopolitik kembali memanas setelah serangan udara Israel ke Gaza pada Selasa menewaskan lebih dari 400 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina. Serangan ini mengakhiri hampir dua bulan ketenangan sejak gencatan senjata diberlakukan, dengan Israel memperingatkan bahwa serangan tersebut ‘baru permulaan’.
Di pasar logam lainnya, harga perak turun 0,3% menjadi US$ 33,92 per ons, platinum melemah 0,5% ke US$ 991,8, dan palladium turun 0,7% menjadi US$ 960,75 per ons.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






