Harga Emas Bisa Ukir Rekor Lagi, Saham ANTM Diramal Terbang
Di sisi lain, tulis CLSA, bisnis penjualan bijih nikel Antam (ANTM) diprediksi mencetak pertumbuhan kuat tahun 2025, seiring rendahnya realisasi semester I tahun lalu. Proyeksi CLSA, pertumbuhan penjualan bijih nikel ANTM tahun ini mencapai 30%.
Sementara itu, soal perubahan regulasi royalti, CLSA memprediksi pemain HPAL tidak terdampak, sedangkan ANTM, INCO, dan NCKL kena. Namun, hal ini diprediksi masih bisa ditangani ANTM.
“Biaya tunai bijih nikel ANTM kemungkinan naik dari sekarang US$ 18-20 menjadi US$ 20-22 per ton dari ASP US$ 40 per ton,” tulis CLSA.
Baca Juga:
Boy Thohir Borong Saham Adaro (AADI)Selama 2025-2025, ANTM sudah mengamankan kuota produksi sebanyak 15 juta ton bijih nikel. Prediksi kenaikan laba bersih Antam 30% tahun ini sudah memasukkan perubahan besaran royalti.
CLSA menaikkan target harga saham ANTM menjadi Rp 2.200, berdasarkan EV EBITDA 8,5 kali. Kemarin, saham ANTM ditutup naik 1,5% ke level Rp 1.660.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






