Jumat, 15 Mei 2026

The Fed Tahan Suku Bunga, tapi Dua Kali Pemangkasan di Depan Mata

Penulis : Indah Handayani
20 Mar 2025 | 03:59 WIB
BAGIKAN
Ketua The Fed Jerome Powell
Sumber; AP
Ketua The Fed Jerome Powell Sumber; AP

WASHINGTON, investor.id - The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam kisaran 4,25%-4,5% dalam pertemuan kebijakan terbaru, Rabu (19/3/2025). Namun, The Fed masih mengindikasikan kemungkinan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini.

Dikutip dari CNBC internasional, keputusan ini sudah diperkirakan pasar, yang hampir tidak melihat kemungkinan perubahan dalam pertemuan dua hari tersebut. Selain itu, The Fed juga memperbarui proyeksi suku bunga dan ekonomi hingga 2027 serta menyesuaikan laju pengurangan kepemilikan obligasi.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan, bank sentral tetap siap mempertahankan suku bunga tinggi jika kondisi ekonomi membutuhkannya. "Jika ekonomi tetap kuat dan inflasi tidak bergerak secara berkelanjutan menuju 2%, kami dapat mempertahankan kebijakan ini lebih lama," ujarnya dalam konferensi pers.

ADVERTISEMENT

Namun, The Fed juga memperhitungkan dampak kebijakan tarif Presiden Donald Trump terhadap perlambatan ekonomi. Tarif tersebut berpotensi menaikkan harga dan menekan pertumbuhan. Untuk itu, The Fed menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tetapi menaikkan perkiraan inflasi.

Proyeksi terbaru The Fed menunjukkan ekonomi AS hanya akan tumbuh 1,7% tahun ini, turun dari estimasi sebelumnya 2,1%. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan naik menjadi 2,8% dari sebelumnya 2,5%.

Pasar saham bereaksi optimistis terhadap sinyal pemangkasan suku bunga. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak lebih dari 400 poin setelah pengumuman kebijakan The Fed.

Namun, ketidakpastian ekonomi masih meningkat. "Ketidakpastian terhadap prospek ekonomi semakin besar," demikian pernyataan resmi Federal Open Market Committee (FOMC). The Fed tetap fokus pada mandat gandanya, yaitu menjaga lapangan kerja penuh dan stabilitas harga.

Selain keputusan suku bunga, The Fed juga mengumumkan pengurangan laju ‘quantitative tightening’ atau pengurangan kepemilikan obligasi. Kini, bank sentral hanya akan melepas US$5 miliar obligasi pemerintah per bulan, turun dari US$25 miliar sebelumnya. Namun, batas atas pelepasan sekuritas berbasis hipotek tetap di angka US$35 miliar.

Pernyataan Powell

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia