The Fed Tahan Suku Bunga, tapi Dua Kali Pemangkasan di Depan Mata
Dalam konferensi persnya, Powell mengatakan bahwa sebagian besar kenaikan proyeksi inflasi bank sentral disebabkan oleh tarif. Ia juga mencatat bahwa meskipun para ekonom di luar The Fed telah meningkatkan perkiraan kemungkinan resesi, penurunan ekonomi yang parah masih tidak mungkin terjadi.
Powell menjelaskan, proyeksi The Fed yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi lebih rendah dan inflasi lebih tinggi pada 2025 saling mengimbangi, sehingga perkiraan pemangkasan suku bunga tahun ini tetap dua kali.
“Pada pertemuan Desember, median proyeksi menunjukkan dua kali pemangkasan. Sekarang kita melihat pertumbuhan yang lebih lemah tetapi inflasi lebih tinggi, dan keduanya saling menyeimbangkan,” ujarnya.
Namun, Powell kembali menegaskan bahwa semua proyeksi ini masih sangat tidak pasti.
Meski demikian, Powell mengatakan, bank sentral akan dengan cermat memantau tanda-tanda pelemahan dalam data ekonomi riil. Saat ini, data konkret menunjukkan kondisi yang cukup solid, meskipun survei menunjukkan peningkatan signifikan dalam ketidakpastian dan kekhawatiran terhadap risiko penurunan. Namun, Powell mencatat bahwa hubungan antara data survei dan data ekonomi tidak selalu erat.
“Kami yakin kebijakan kami berada di posisi yang tepat untuk merespons perkembangan yang terjadi. Kami pikir langkah yang tepat saat ini adalah menunggu hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai arah perekonomian,” tutupnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






