Jumat, 15 Mei 2026

Wall Street Melesat Usai The Fed Proyeksi 2 Kali Pemangkasan Suku Bunga

Penulis : Indah Handayani
20 Mar 2025 | 04:44 WIB
BAGIKAN
Wall Street
Sumber: Antara
Wall Street Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Indeks-indeks Wall Street melesat pada Rabu (19/3/2025). Setelah The Fed mengumumkan tetap mempertahankan suku bunga acuannya dan masih memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga pada 2025.

Dikutip dari CNBC internasional, Dow Jones Industrial Average melonjak 383,32 poin (0,92%) ke level 41.964,63. S&P 500 juga naik 1,08% menjadi 5.675,29. Sementara Nasdaq Composite melesat 1,41% ke 17.750,79.

Bank sentral AS tetap mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25% - 4,5%, sesuai ekspektasi pasar. The Fed juga menegaskan rencananya untuk memangkas suku bunga sebanyak dua kali tahun ini, meski mengakui bahwa ketidakpastian ekonomi meningkat.

ADVERTISEMENT

Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers usai pengumuman kebijakan mengatakan bahwa ekonomi AS tetap berada dalam kondisi kuat.

"Secara keseluruhan, ekonomi telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam dua tahun terakhir. Kondisi pasar tenaga kerja tetap solid, dan inflasi semakin mendekati target jangka panjang 2%, meskipun masih sedikit tinggi," kata Powell.

Investor merespons positif pernyataan Powell yang tetap optimistis terhadap perekonomian. Ia juga menambahkan bahwa dampak tarif terhadap inflasi kemungkinan hanya bersifat sementara.

Respons Pasar Positif

Kepala strategi di Simplify Asset Management Michael Green mengatakan, pasar bereaksi positif karena pengumuman The Fed sesuai ekspektasi.

"Selama dua tahun terakhir, inflasi cenderung lebih rendah dari perkiraan pada musim panas dan lebih tinggi pada musim dingin dan musim semi. Ini menunjukkan adanya pola musiman yang belum sepenuhnya tercermin dalam data," ujar Green kepada CNBC.

Keputusan The Fed ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan mitra dagang utama. Presiden Donald Trump sebelumnya telah memberlakukan tarif impor terhadap produk dari Kanada, Meksiko, dan China. Sebagai respons, Kanada dan China telah menerapkan tarif balasan.

Selain itu, pengecualian sementara Trump terhadap beberapa barang impor dari Kanada dan Meksiko akan berakhir pada 2 April mendatang.

Pasar saham sebelumnya mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (18/3/2025), dengan aksi jual besar-besaran setelah dua hari menguat. Saat ini, indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing masih lebih dari 6% dan 7% di bawah level tertinggi terakhirnya, sementara Nasdaq masih sekitar 12% dari rekor tertingginya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia