Ada Saham Harganya Ditaksir Tembus Rp 14.900
JAKARTA, investor.id - VP Head of Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmarandana menilai langkah regulator terkait buyback tanpa RUPS sebagai respons cepat terhadap meningkatnya volatilitas dan penghentian sementara perdagangan.
“Kebijakan ini efektif dalam jangka pendek untuk menstabilkan pasar dan meningkatkan kepercayaan investor. Namun, dalam jangka panjang, tidak serta-merta menjamin kenaikan IHSG yang berkelanjutan, terutama jika kinerja emiten tetap melemah,” ujarnya, Rabu (20/3/2025).
Dari sisi regulasi, transparansi diyakini tetap terjaga, sesuai ketentuan dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 13 Tahun 2023. Aturan tersebut mengatur kewajiban keterbukaan informasi sebelum buyback dilakukan, pembatasan jumlah saham yang dapat dibeli kembali hingga maksimal 20% dari modal disetor, serta pelaporan dan pengumuman kepada publik.
Secara teknikal, tren IHSG masih berada dalam fase bearish, dengan posisi indeks di bawah moving average (MA) 20 pada level 6.548.
Sejak awal 2025, pergerakan IHSG berada di bawah MA20, sehingga peluang untuk menembus level 7.000 masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. “Selama IHSG belum mampu bergerak di atas MA20, peluang kenaikan masih terbatas,” tambah Oktavianus.
Meskipun buyback saham dapat memberikan stabilitas jangka pendek, katalis ini dinilai belum cukup kuat untuk menarik minat investor asing. Beberapa faktor fundamental yang menjadi perhatian utama antara lain peningkatan risk premium akibat depresiasi rupiah dan pelebaran spread yield dengan US Treasury, risiko fiskal yang meningkat akibat defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), serta relaksasi kebijakan moneter yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.
Rekomendasi Saham
Di tengah kondisi pasar yang masih menantang, Audi memyarankan kepada investor untuk tetap fokus pada saham blue chip yang memiliki valuasi menarik dan prospek dividen yang solid.
Beberapa saham pilihan yang direkomendasikan meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan rekomendasi beli dengan target harga Rp 9.250, cermati pula saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan target harga Rp 2.830, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) target harga Rp 5.450.
Baca Juga:
Waskita (WSKT) Dapat Kontrak Baru LagiKemudian PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) target harga Rp 3.190, dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan rekomendasi beli target harga Rp 14.900.
“Sektor keuangan, bahan baku, dan konsumer dinilai masih memiliki potensi menarik di tengah ketidakpastian ekonomi, terutama bagi investor yang mencari saham dengan fundamental kuat dan valuasi yang terdiskon dibandingkan harga pasar," tuturnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






