Jumat, 15 Mei 2026

Merger dengan FREN Tak Lama Lagi, Saham EXCL Dipatok Tinggi

Penulis : Jauhari Mahardhika
20 Mar 2025 | 21:58 WIB
BAGIKAN
Jaringan XL Axiata (EXCL). (Foto: XL Axiata)
Jaringan XL Axiata (EXCL). (Foto: XL Axiata)

JAKARTA, investor.id – Merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) senilai Rp 104 triliun berjalan sesuai rencana atau on track dan bakal rampung sebelum akhir semester I-2025. Kalangan analis memberikan pandangan positif terhadap aksi korporasi ini.

Analis Sucor Sekuritas, Paulus Jimmy mengungkapkan bahwa para analis telah mendapatkan update proses merger XL Axiata (EXCL) dan Smartfren (FREN). “Proses merger telah memperoleh persetujuan ‘prinsip’ dari Kementerian Komunikasi dan Digital dan berada di jalur yang tepat untuk dituntaskan pada semester I-2025,” tulis dia dalam risetnya.

Menurut Paulus, pasca merger menjadi XL Smart (EXCL) dan proses integrasi selesai, entitas tersebut akan mendapat keuntungan dari sinergi pra-pajak tahunan senilai US$ 300-400 juta atau setara Rp 4,9-6,4 triliun. Keuntungan sinergi ini berasal dari belanja modal, belanja operasional, dan sewa.

ADVERTISEMENT

Semua proses integrasi membutuhkan waktu kurang dari 2 tahun, mirip dengan merger PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia pada 2022.

“Kami juga memperkirakan biaya integrasi satu kali yang mungkin timbul pada semester I-2025, mengimbangi sinergi jangka pendek selama proses merger,” jelas Paulus.

Dia pun menegaskan, merger antara EXCL dan FREN akan mendorong entitas baru pasca merger meraup keuntungan jangka panjang. Keuntungan pertama adalah memiliki 94 juta pelanggan, dengan pendapatan gabungan sebesar US$ 2,8 miliar dan EBITDA senilai US$ 1,4 miliar pasca merger, serta total spektrum telekomunikasi sebesar 152 Mhz.

Kedua, XL Smart sebagai entitas hasil merger bisa berhemat dengan menonaktifkan sekitar 20-30% dari 67 ribu menara yang tumpang tindih. Hal itu untuk efisiensi ataupun penempatan ulang guna meningkatkan cakupan secara nasional.

Rekomendasi dan Target Harga Saham 

Adapun keuntungan ketiga dari merger EXCL dan FREN bakal mendongkrak pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi. Hal itu seiring peningkatan average revenue per user (ARPU) yang biasa terjadi setelah konsolidasi perusahaan telekomunikasi.

“Itu telah dibuktikan pada pertumbuhan ARPU Axis sebesar 4,3% dan Indosat sebesar 6,9% pasca merger. Namun, kami pikir tantangan bagi XL Smart akan lebih tinggi karena meningkatnya persaingan di segmen data seluler,” ungkap Paulus.

Sucor Sekuritas memprediksi pendapatan EXCL pada 2025 mencapai Rp 36,85 triliun dengan EBITDA Rp 18,95 triliun. Laba bersih diperkirakan sebesar Rp 2,25 triliun atau meningkat 24% dari pencapaian 2024 yang senilai Rp 1,82 triliun.

“Kami akan merevisi angka-angkanya lebih lanjut setelah proses merger selesai. Kami masih percaya merger XL Smart yang akan datang dan potensi sinerginya akan menguntungkan EXCL dalam jangka panjang,” sebut Paulus.

Dengan berbagai pertimbangan, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham EXCL. Target harga saham EXCL dipatok sebesar Rp 3.200. Target harga tersebut mencerminkan potensi kenaikan harga saham EXCL sebesar 42%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia