Jumat, 15 Mei 2026

BBCA Masuk Deretan Saham Tahan Banting, Harga Bakal Segini

Penulis : Harso Kurniawan
21 Mar 2025 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Pengunjung berada di mainhall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung berada di mainhall Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA masuk deretan saham tahan banting alias defensif di tengah volatilitas pasar yang sangat tinggi. Selain BBCA, saham BRIS, MIKA, HEAL, dan AMRT masuk daftar tersebut.

Berdasarkan riset Macquarie, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat turun 4% pada Selasa pekan ini, dipicu oleh gambaran suram makro ekonomi, pelemahan rupiah, defisit APBN per Februari 2025, isu reshuffle kabinet, dan kehadiran Danantara, yang dikhawatirkan malah menghambat pertumbuhan.

Dari diskusi Macquarie dengan para investor, mereka kini mengambil pendekatan wait and see. Tetapi, mereka setuju, valuasi saham lagi murah.

ADVERTISEMENT

“Karena pasar akan tutup pada 28 Maret sampai 7 April 2025, ada kecenderungan investor akan melakukan de-risk,” tulis bank investasi itu, yang dikutip pada Jumat (21/3/2025).

Meski begitu, masih ada hal positif dari ekonomi Indonesia, yakni neraca perdagangan surplus selama 58 bulan beruntun, lalu yield SUN 10 tahun masih stabil di 7,1% vs Januari sebesar 7,01%.

Macquarie mencatat, defisit APBN per Februari 2025 sebesar Rp 31,2 triliun atau 0,13% dari PDB disebabkan oleh penurunan pendapatan negara 21% menjadi Rp 316 triliun, sedangkan belanja Rp 348 triliun, turun 7%. Pemicu penurunan pendapatan antara lain penurunan harga komoditas dan para wajib pajak kesulitan mengadopsi Coretax.

Isu lain yang diperhatikan pasar, tulis Macquarie, adalah perluasan penempatan pejabat militer dari 10 kementerian/lembaga menjadi 16. RUU TNI yang mengatur hal ini sudah disahkan DPR.

Dari sisi moneter, pasar memprediksi BI Rate tidak berubah di level 5,75% dan pada kenyataannya memang demikian. Sejauh ini, indeks dolar AS telah turun menjadi 103,3 dari 2 Januari sebesar 109,4 dan inflasi terkendali.

Ke depan, Macquarie memprediksi kondisi makro ekonomi membaik pada semester II-2025 didorong oleh beberapa kebijakan baru. Pasar juga mencermati RUPS beberapa bank BUMN besar, terutama terkait agenda pergantian direksi.

Efek Danantara dan Target Harga BBCA Cs

Soal Danantara, broker ini menyebutkan, pendanaan awal berasal dari dividen BUMN berkisar Rp 80-90 triliun. Pemerintah menyebut investasi Danantara di hilirisasi komoditas, ketahanan energi dan pangan bakal menyerap 8 juta tenaga kerja.

Per Februari 2025, Macquarie mencatat, dana asing keluar dari pasar saham mencapai US$ 1,34 miliar, berbalik dari tahun lalu yang masih capital inflow US$ 1,16 miliar. Sebaliknya, ada capital inflow besar ke SBN, mencapai Rp 22 triliun.

Dalam kondisi seperti ini, Macquarie merekomendasikan saham-saham defensif, seperti BBCA, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Mitra Keluarga Karya Sehat Tbk (MIKA), PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Rating saham BBCA, AMRT, MIKA, dan HEAL outperform dengan target harga masing-masing Rp 11.175, Rp 3.700, Rp 3.175, dan Rp 1.750.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia