Jumat, 15 Mei 2026

Saham BBCA Cs Gara-gara Ini

Penulis : Ghafur Fadillah
22 Mar 2025 | 11:05 WIB
BAGIKAN
Penggiat bursa memantau pergerakan saham. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Penggiat bursa memantau pergerakan saham. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id - Pendiri Stocknow.id Hendra Wardana menjelaskan bahwa sentimen negatif global dan domestik masih mendominasi pasar, menyebabkan aksi jual kembali marak.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin ambles 1,94% ke level 6.258,17. Sebanyak 476 saham ditutup merah, 135 saham hijau, dan 187 saham stagnan,

Saham perbankan menjadi pemberat utama indeks, dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA turun 5,67%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 4,55%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI anjlok 7,60%.

Hendra menilai bahwa kebijakan stimulus buyback tanpa RUPS yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum cukup efektif dalam menopang pasar.

ADVERTISEMENT

“Tekanan terhadap IHSG bukan hanya disebabkan oleh likuiditas, tetapi juga fundamental ekonomi yang masih rapuh. Defisit APBN, pelemahan rupiah, serta menurunnya penerimaan pajak menjadi tantangan besar bagi investor,” ujarnya, Jumat (21/3/2025).

Ia menambahkan bahwa untuk mengembalikan kepercayaan pasar, OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat mempertimbangkan sejumlah langkah tambahan, seperti penghapusan saham dari pengaturan full call auction (FCA) agar likuiditas meningkat, penerapan asymmetric auto rejection bottom (ARB) guna mencegah panic selling, serta relaksasi suspensi saham agar pergerakan pasar lebih dinamis. Selain itu, transparansi transaksi melalui broker summary secara real-time juga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kepercayaan investor.

Dari sisi teknikal, IHSG masih berada dalam tren pelemahan setelah gagal bertahan di atas moving average lima hari (MA5) di level 6.347. Dengan support kuat di kisaran 5.945–6.034, koreksi lebih lanjut masih terbuka jika tekanan jual terus berlanjut. Namun, jika level ini mampu bertahan, peluang rebound menuju resistance 6.510 tetap ada.

“Dengan kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, strategi investasi yang hati-hati dan berbasis fundamental menjadi kunci utama bagi investor,” pungkas Hendra.

Volatilitas Tinggi

Adapun, ekonom Indef Nailul Huda bahwa volatilitas pasar modal masih tinggi, hal ini dipicu oleh melemahnya kinerja APBN yang memicu kekhawatiran atas kondisi utang pemerintah.

Tekanan pasar juga diperburuk oleh keputusan Morgan Stanley dan Goldman Sachs yang menurunkan peringkat investasi saham Indonesia. Lembaga keuangan global ini mencermati potensi peningkatan rasio utang terhadap PDB, terutama dengan adanya program-program ekonomi berbiaya tinggi yang diusung pemerintahan baru. Hal ini dipercaya Huda mendorong aksi jual besar-besaran, terutama dari investor asing yang memilih bersikap menunggu dan melihat perkembangan kebijakan pemerintah.

"Di sisi lain, revisi Undang-Undang TNI juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, regulasi ini memungkinkan lebih banyak jabatan sipil diisi oleh personel militer, yang dikhawatirkan akan mengurangi iklim persaingan usaha yang sehat. Misalnya, kehadiran militer aktif dalam struktur kepemimpinan BUMN seperti Bulog dinilai dapat mempersulit investasi sektor swasta," tutur Huda.

Selain itu, pasar juga menyoroti rencana pemerintahan Prabowo yang melibatkan bank BUMN dalam berbagai program ekonomi, seperti pembangunan tiga juta rumah, koperasi Merah Putih, dan pembentukan Danantara. "Kekhawatiran terhadap efektivitas program ini membuat saham-saham bank pelat merah, termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), anjlok tajam," tambahnya.

Huda menegaskan, pemerintah perlu segera mengevaluasi kebijakan yang menimbulkan ketidakpastian dan meresahkan pasar. Selain meninjau ulang kebijakan yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi, pemerintah juga disarankan untuk melakukan perombakan di sektor-sektor strategis guna mengembalikan kepercayaan investor, termasuk investor asing.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia