Saham BBCA Cs Gara-gara Ini
JAKARTA, investor.id - Pendiri Stocknow.id Hendra Wardana menjelaskan bahwa sentimen negatif global dan domestik masih mendominasi pasar, menyebabkan aksi jual kembali marak.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin ambles 1,94% ke level 6.258,17. Sebanyak 476 saham ditutup merah, 135 saham hijau, dan 187 saham stagnan,
Saham perbankan menjadi pemberat utama indeks, dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA turun 5,67%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah 4,55%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI anjlok 7,60%.
Hendra menilai bahwa kebijakan stimulus buyback tanpa RUPS yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum cukup efektif dalam menopang pasar.
“Tekanan terhadap IHSG bukan hanya disebabkan oleh likuiditas, tetapi juga fundamental ekonomi yang masih rapuh. Defisit APBN, pelemahan rupiah, serta menurunnya penerimaan pajak menjadi tantangan besar bagi investor,” ujarnya, Jumat (21/3/2025).
Ia menambahkan bahwa untuk mengembalikan kepercayaan pasar, OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat mempertimbangkan sejumlah langkah tambahan, seperti penghapusan saham dari pengaturan full call auction (FCA) agar likuiditas meningkat, penerapan asymmetric auto rejection bottom (ARB) guna mencegah panic selling, serta relaksasi suspensi saham agar pergerakan pasar lebih dinamis. Selain itu, transparansi transaksi melalui broker summary secara real-time juga dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Dari sisi teknikal, IHSG masih berada dalam tren pelemahan setelah gagal bertahan di atas moving average lima hari (MA5) di level 6.347. Dengan support kuat di kisaran 5.945–6.034, koreksi lebih lanjut masih terbuka jika tekanan jual terus berlanjut. Namun, jika level ini mampu bertahan, peluang rebound menuju resistance 6.510 tetap ada.
“Dengan kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, strategi investasi yang hati-hati dan berbasis fundamental menjadi kunci utama bagi investor,” pungkas Hendra.
Volatilitas Tinggi
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






