Jumat, 15 Mei 2026

Saham BBCA Cs Gara-gara Ini

Penulis : Ghafur Fadillah
22 Mar 2025 | 11:05 WIB
BAGIKAN
Penggiat bursa memantau pergerakan saham. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Penggiat bursa memantau pergerakan saham. (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

Adapun, ekonom Indef Nailul Huda bahwa volatilitas pasar modal masih tinggi, hal ini dipicu oleh melemahnya kinerja APBN yang memicu kekhawatiran atas kondisi utang pemerintah.

Tekanan pasar juga diperburuk oleh keputusan Morgan Stanley dan Goldman Sachs yang menurunkan peringkat investasi saham Indonesia. Lembaga keuangan global ini mencermati potensi peningkatan rasio utang terhadap PDB, terutama dengan adanya program-program ekonomi berbiaya tinggi yang diusung pemerintahan baru. Hal ini dipercaya Huda mendorong aksi jual besar-besaran, terutama dari investor asing yang memilih bersikap menunggu dan melihat perkembangan kebijakan pemerintah.

"Di sisi lain, revisi Undang-Undang TNI juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor, regulasi ini memungkinkan lebih banyak jabatan sipil diisi oleh personel militer, yang dikhawatirkan akan mengurangi iklim persaingan usaha yang sehat. Misalnya, kehadiran militer aktif dalam struktur kepemimpinan BUMN seperti Bulog dinilai dapat mempersulit investasi sektor swasta," tutur Huda.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pasar juga menyoroti rencana pemerintahan Prabowo yang melibatkan bank BUMN dalam berbagai program ekonomi, seperti pembangunan tiga juta rumah, koperasi Merah Putih, dan pembentukan Danantara. "Kekhawatiran terhadap efektivitas program ini membuat saham-saham bank pelat merah, termasuk PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), anjlok tajam," tambahnya.

Huda menegaskan, pemerintah perlu segera mengevaluasi kebijakan yang menimbulkan ketidakpastian dan meresahkan pasar. Selain meninjau ulang kebijakan yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi, pemerintah juga disarankan untuk melakukan perombakan di sektor-sektor strategis guna mengembalikan kepercayaan investor, termasuk investor asing.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia